Perancangan Jaringan Distribusi LPG 3 Kg di Malang, Jawa Timur

  • Yudi Eka Sari Jurusan Teknik Industri, Universitas Surabaya
  • Joniarto Parung Jurusan Teknik Industri, Universitas Surabaya
  • Indri Hapsari Jurusan Teknik Industri, Universitas Surabaya

Abstract

Program konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) telah dilakukan sejak tahun 2007
dan masih terus berjalan. Sistem distribusi yang digunakan dalam pendistribusian LPG 3 kg selama
ini adalah sistem distribusi terbuka tanpa adanya quantity control. Hal ini memunculkan
penyalahgunaan LPG 3 kg bersubsidi. Untuk mengatasinya, pemerintah mencanangkan program
perubahan sistem dari sistem distribusi terbuka menjadi sistem distribusi tertutup. Metode yang
digunakan adalah optimasi jarak dan sesuai kebutuhan dengan menggunakan integer programming
dengan bantuan software Lingo. Dari hasil running Lingo,didapatkan rantai jaringan distribusi mulai
dari SPBE/SPPBE, penyalur dan desa yang didistribusi. Jumlah LPG 3 kg yang didistribusikan
adalah 78.400 tabung per hari. Lead time pendistribusian LPG dari depot ke SPBE/SPPBE adalah
dua hari sehingga dibutuhkan safety stock sebanyak 156.800 tabung. Anggaran subsidi per tahun
adalah Rp 432.138.179.558.602 dengan efisiensi anggaran sebesar 10,7%. Rancangan distribusi
dibentuk bedasarkan kondisi ideal dengan total jarak yang ditempuh adalah 7.436,65 km. Untuk
mencegah timbulnya gejolak dan kelangkaan di masyarakat maka perlu adanya langkah
penanggulangan, yaitu dengan membuat sistem informasi manajemen hingga tingkat konsumen.
Masyarakat yang berhak dan usaha mikro sesuai yang ditetapkan pemerintah diberi Kartu Kendali
yang harus dibawa saat konsumen membeli LPG 3 kg.

Published
2013-10-01
How to Cite
SARI, Yudi Eka; PARUNG, Joniarto; HAPSARI, Indri. Perancangan Jaringan Distribusi LPG 3 Kg di Malang, Jawa Timur. Journal of Logistics & Supply Chain Management, [S.l.], v. 3, n. 3, p. 121-131, oct. 2013. ISSN 1979-0686. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/JLSCM/article/view/519>. Date accessed: 21 june 2018.