http://journal.ubaya.ac.id/index.php/MPI/issue/feed MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) 2021-03-19T11:00:43+00:00 Kartini mpi@unit.ubaya.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;">Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) is a journal focusing on pharmaceutical aspects. MPI is dedicated to update and support the development of information and knowledge on pharmaceutical fields. This journal is published twice a year (June and December). MPI has been accredited by Kemenristekdikti since July 9<sup>th</sup>, 2018 with an accreditation rank of 4.</span></span></p> http://journal.ubaya.ac.id/index.php/MPI/article/view/3181 Isolasi dan Uji Aktivitas Kitosan Cangkang Kerang Bulu (Anadara inflata) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli 2021-03-19T11:00:07+00:00 Suherman Baharuddin ince.suherman81@gmail.com Dewi Isnaeni dewiisnaeni73@gmail.com <p>Kitosan merupakan modifikasi kitin yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai kandidat antimikroba karena mengandung enzim lisozim dan gugus aminopolisakarida yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik isolat kitosan dari cangkang kerang bulu (Anadara inflata) dan untuk menentukan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli hasil isolat kultur pus. Metode isolasi yang digunakan meliputi deproteinasi, demineralisasi, depigmentasi, dan deasetilasi 3 tahap. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram (Tes Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan rendemen isolat sebanyak 81,06%, berbentuk serpihan serbuk, berwarna putih keabu-abuan dan tidak berbau. Uji kelarutan menunjukkan kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air dan kadar abu yang didapatkan masing-masing sebesar 4,70 dan 1,17%, serta dari pengujian dengan pelarut ninhidrin didapatkan perubahan warna dari kuning menjadi ungu setelah didiamkan. Aktivitas antibakteri kitosan terhadap S. epidermidis dan E. coli pada masa inkubasi 1 x 24 jam dan 2 x 24 jam menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi kitosan, maka semakin besar pula zona hambat (aktivitas) yang dihasilkan. Konsentrasi yang paling aktif yaitu pada 7% b/v (oneway ANOVA, α = 0,05).</p> 2020-12-22T05:12:21+00:00 Copyright (c) 2020 The Author(s) http://journal.ubaya.ac.id/index.php/MPI/article/view/2976 Evaluasi Pertumbuhan Suspensi Sel Dendrobium anosmum var. gigantea dan Aktivitasnya sebagai Antioksidan 2021-03-19T10:57:04+00:00 Yanuar Prasetyo yanuarprasetyo.yp@gmail.com Kristian Njudang alfian_hendra_k@staff.ubaya.ac.id Handriyanto Mulyono Putra Wibowo alfian_hendra_k@staff.ubaya.ac.id Alfian Hendra Krisnawan alfian_hendra_k@staff.ubaya.ac.id <p>Dendrobium merupakan tumbuhan anggrek yang memiliki manfaat bagi kesehatan dan termasuk dalam pengobatan China. Dendrobium anosmum var. gigantea dapat dikembangan dengan metode kultur jaringan tumbuhan karena memiliki sifat totipotensi. Pertumbuhan Kultur suspensi sel dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan maupun komposisi media kultur. Sangat penting dilakukan optimasi untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh konsentrasi massa dalam flash shaker (10 mg/10 ml; 10 mg/20 ml; dan 10 mg/30 ml) dan konsentrasi sukrosa media dalam bioreaktor (30 g/l; 35 g/l; 40 g/l) terhadap pertumbuhan suspensi sel Dendrobium anosmum var. gigantea. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa serta aktivitas ekstrak sebagai antioksidan. Media yang digunakan diperkaya dengan menggunakan hormon pertumbuhan NAA (Naftalen Asam Asetat) : BAP (Benzil Amino Purin) 0,5 ppm : 0,5 ppm. Skrining fitokimia dilakukan menggunakan metode spot test. Akivitas antioksidan diuji dengan menggunakan metode DPPH. Hasil pengamatan menunjukkan pertumbuhan suspensi sel pada flash shaker dengan konsentrasi 10 mg/30 ml dan pada bioreaktor dengan sukrosa 35 g/l memberikan hasil yang paling optimal. Aktivitas antioksidan dari kultur suspensi sel memiliki nilai IC50 lebih baik dibandingkan tanaman induk yaitu 53.930 ppm, namun masih diktegorikan sangat lemah.</p> 2020-12-22T05:21:58+00:00 Copyright (c) 2020 The Author(s) http://journal.ubaya.ac.id/index.php/MPI/article/view/3042 Pengaruh Pemberian Madu dari Lebah Apis mellifera, Apis cerana, dan Trigona sp. terhadap Beberapa Parameter Biokimia pada Mencit yang Diuji dengan Metode WFST 2021-03-19T11:00:43+00:00 Mukti Priastomo mukti@farmasi.unmul.ac.id I Ketut Adnyana ketut@fa.itb.ac.id Sukrasno Sukrasno sukras@fa.itb.ac.id Kusnaedi Kusnaedi kusnaedi@fa.itb.ac.id <p>Lebah madu merupakan golongan serangga yang dapat menghasilkan madu. Produk madu ini dihasilkan dari nectar yang diolah oleh lebah madu sebagai cadangan makanan bagi koloni lebah madu. Komposisi kimia yang terkandung pada madu menjadikan produk alam ini memiliki manfaat yang banyak. Salah satunya adalah manfaat untuk meningkatkan stamina. Peningkatan aktivitas dapat menurunkan stamina dan menimbulkan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan efek anti lelah dari tiga jenis madu yang banyak digunakan di Indonesia, yaitu madu Apis mellifera, Apis cerana, dan Trigona sp. Pengujian anti lelah dilakukan dengan mengukur efek anti lelah secara fisik dan biokimia terhadap hewan coba mencit jantan dengan menggunakan metode Weight-loaded Forced Swimming Test (WFST). Madu digunakan pada pengujian dengan pemberian oral menggunakan dosis 10,40 g/kg yang dilanjutkan dengan pengamatan waktu aktivitas serta uji biokimia darah dengan parameter glukosa darah, asam laktat, serta glikogen pada otot dan hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis madu yang diujikan dapat memberikan efek anti lelah dibanding kelompok kontrol, dimana madu Apis cerana menunjukkan hasil yang lebih baik dari dua kelompok sampel lainnya.</p> 2020-12-22T05:11:14+00:00 Copyright (c) 2020 The Author(s) http://journal.ubaya.ac.id/index.php/MPI/article/view/2567 Analisis Kualitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rujukan dengan Metode Analisis Alur Gyssen di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya 2021-03-19T10:59:30+00:00 Ayu Maharani Ibrahim ayumaharaniapt51@gmail.com Widyati Widyati ayumaharaniapt51@gmail.com Frans O.H. Prasetyadi ayumaharaniapt51@gmail.com <p>Penyakit infeksi menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia setelah penyakit kardiovaskular. Tingginya mortalitas akibat penyakit infeksi dapat dipengaruhi oleh ketepatan penggunaan antibiotik. Resistensi antibiotik berhubungan erat dengan ketepatan penggunaan antibiotik. Salah satu faktor yang mempengaruhi resistensi antibiotik pada pasien di rumah sakit adalah perpindahan pasien antar rumah sakit. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotik yang diberikan kepada pasien khususnya pasien rujukan. Kegiatan ini merupakan salah satu evaluasi yang digunakan sebagai indikator mutu Program Pengendalian Resistensi Antibiotik (PPRA). Penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan pengambilan data secara prospektif yang dilakukan selama 4 bulan (April-Juli 2019) di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Analisis kualitas penggunaan antibiotik menggunakan penilaian alur Gyssen yang dianalisis oleh 2 orang reviewer dan peneliti. Hasil analisis menunjukkan 44,05% antibiotik yang diberikan tergolong telah rasional (kategori 0); 7,15% antibiotik diberikan tidak tepat (kategori I-IV); 11,90% antibiotik diberikan tidak memiliki indikasi, dan 36,9% antibiotik yang diberikan tidak memiliki kesepakatan antara 2 reviewer dan peneliti dalam penilaian alur Gyssen. Kesepakatan antar 2 reviewer dan peneliti diuji menggunakan Fleiss Kappa dimana diperoleh nilai k = 0,581 yang artinya kesepakatan antar reviewer cukup baik (dengan p = 0).</p> 2020-12-22T05:13:59+00:00 Copyright (c) 2020 The Author(s) http://journal.ubaya.ac.id/index.php/MPI/article/view/2966 Profil Penggunaan Antibiotik dan Peta Kuman pada Pasien Gangren Diabetes Melitus di Sebuah RSUD di Kabupaten Gresik 2021-03-19T10:58:54+00:00 Isna Romadhona fauna@staff.ubaya.ac.id Fauna Herawati fauna@staff.ubaya.ac.id Rika Yulia rika_y@staff.ubaya.ac.id <p>Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi dan mencegah infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah, diantaranya pengobatan akan lebih mahal dan juga risiko terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik dan profil peta kuman pada pasien gangren diabetes melitus di sebuah RSUD di Kabupaten Gresik serta untuk mengetahui kesesuaian penggunaan antibiotik dengan mengacu pada Permenkes Republik Indonesia No. 2406/Menkes/PER/XII/2011. Data penggunaan antibiotik diperoleh dari catatan Rekam Medis pada periode Januari – November 2017. Data penggunaan antibiotik dihitung dengan menggunakan rumus DDD/100 pasien-hari rawat. Hasil perhitungan DDD/100 pasien-hari rawat menunjukkan hasil sebesar 470,11 DDD/100 pasien-hari rawat. Peta kuman pada pasien gangren, melaporkan adanya bakteri Enterobacter cloacae 24%, Escherichia coli 18%, Staphylococcus aureus 15%, Acinetobacter baumannii 9%, Pseudomonas aeruginosa 6%, Citrobacter youngae 6%, Enterobacter aerogenes 6%, Proteus vulgaris 6%, Staphylococcus schleiferi 6%, Klebsiella pneumoniae 3%, dan Proteus mirabilis 3% . Penggunaan antibiotik seftriakson dan metronidazol pada pasien gangren diabetes melitus di sebuah RSUD di Kabupaten Gresik pada periode Januari – November 2017 telah sesuai dengan pedoman penggunaan antibiotik berdasarkan Permenkes Republik Indonesia No. 2406/Menkes/PER/ XII/2011, yaitu antibiotik golongan sefalosporin generasi III yang lebih aktif terhadap Enterobacteriaceae dan antibiotik golongan nitroimidazol yang dapat mengobati infeksi bakteri basil anerob Gram-Negatif.</p> 2020-12-22T05:15:35+00:00 Copyright (c) 2020 The Author(s) http://journal.ubaya.ac.id/index.php/MPI/article/view/2982 Pengaruh Edukasi Perubahan Gaya Hidup Sehat terhadap Clinical Outcome pada Pasien di Rumah Diabetes Universitas Surabaya 2021-03-19T10:58:17+00:00 Retna Eka Dewi retnaekadewi14@gmail.com Sulistyo Emantoko Dwi Putra emantoko@staff.ubaya.ac.id Lisa Aditama lisa_aditama@staff.ubaya.ac.id Heru Wijono lisa_aditama@staff.ubaya.ac.id <p>Prevalensi diabetes melitus yang semakin meningkat setiap tahunnya cenderung meningkatkan risiko komplikasi dan kematian akibat diabetes melitus itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi perubahan gaya hidup sehat terhadap clinical outcome (parameter klinis) pada pasien di Rumah Diabetes Universitas Surabaya. Rancangan penelitian menggunakan one group pretest-posttest yang diikuti oleh 27 subjek diabetes melitus di Rumah Diabetes Universitas Surabaya. Seluruh subjek diberikan edukasi (intervensi) dengan perangkat piring sehat dengan durasi 4 minggu. Pengukuran clinical outcome dilakukan terhadap gula darah puasa, indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, dan tekanan darah. Uji statistika yang digunakan adalah Wilcoxon signed rank test dan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi perubahan gaya hidup sehat berpengaruh signifikan terhadap penurunan gula darah puasa (p&lt;0,001), indeks massa tubuh (p=0,005), lingkar perut (p=0,005), tekanan darah sistolik (p=0,013), namun tidak signifikan terhadap tekanan darah diastolik (p=0,247). Dapat disimpulkan bahwa edukasi perubahan gaya hidup sehat berpengaruh terhadap gula darah puasa, indeks massa tubuh, lingkar perut, dan tekanan darah sistolik. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah keikutsertaan penderita diabetes melitus yang sedikit serta tidak adanya kelompok kontrol sebagai pembanding.</p> 2020-12-22T05:17:55+00:00 Copyright (c) 2020 The Author(s) http://journal.ubaya.ac.id/index.php/MPI/article/view/2987 Metode Monocyte Activation Test (MAT) dan Recombinant Factor C (rFC) sebagai Alternatif Metode Pengujian Pirogen bagi Perusahaan Farmasi di Indonesia 2021-03-19T10:57:40+00:00 Andrea Santosa andrea.santosa@yahoo.com Ida Bagus Made Artadana arta@staff.ubaya.ac.id Mariana Wahjudi mariana_wahyudi@staff.ubaya.ac.id <p>Peningkatan kualitas produk industri farmasi mendorong tersedianya uji yang akurat dan efisien untuk mendeteksi adanya pirogen. Endotoksin merupakan salah satu dari pirogen yang umumnya ditemukan sebagai kontaminan pada produk obat. Hingga saat ini pengujian pirogen yang digunakan secara umum di Indonesia adalah metode Rabbit Pyrogen Test (RPT) dan Limulus Amebocyte Lysate (LAL). Namun, kedua metode ini memiliki kekurangan yang hampir sama, yaitu penggunaan hewan hidup sebagai bahan uji. Untuk alasan ini, saat ini sedang dikembangkan metode in vitro yang lebih menguntungkan untuk uji pirogen, yaitu dengan Recombinant Factor C (rFC) dan Monocyte Activation Test (MAT). Tujuan dari review ini adalah memberikan pemaparan mengenai kelebihan dan kekurangan metode uji pirogen dan endotoksin yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, serta kajian penggunaan metode alternatif pada industri farmasi di Indonesia. Diharapkan dengan pemaparan dan kajian yang diberikan dapat digunakan sebagai pertimbangan penggunaan metode uji pirogen dan endotoksin yang lebih efektif dan efisien.</p> 2020-12-22T05:21:20+00:00 Copyright (c) 2020 The Author(s)