PENGENDALIAN KUALITAS SEPATU DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DI PT. HALIM JAYA SAKTI PASURUAN

  • Fariogo Kusuma Jurusan Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya

Abstract

Berdasarkan pengamatan dapat diketahui bahwa masalah yang sedang dihadapi oleh PT Halim Jaya Sakti adalah jumlah produk cacat yang dihasilkan selama proses produksi sepatu telah melebihi batas toleransi yang ditetapkan oleh perusahaan, yaitu sebesar 1%. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pengendalian kualitas dengan metode seven tools di PT. Halim Jaya Sakti. Analisis pengendalian dengan menggunakan metode seven tools, yaitu check sheet, stratification, histogram, diagram pareta, cause and effect diagram, scatter diagram, and control chart. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Check Sheet menunjukkan terdapat beberapa bulan yang mempunyai proporsi kecacatan lebih dari batas toleransi 0,01atau 1% , (2) stratification menunjukkan bahwa jumlah sepatu yang cacat untuk setiap shift mempunyai hasil yang hampir sama, (3) histogram menunjukkan bahwa penyebaran data jumlah sepatu yang cacat cukup bervariasi tinggi, (4) diagram pareto menghasilkan bahwa kategori cacat yang paling banyak terjadi adalah cacat pada kulit bagian luar, (5) cause and effect diagram menghasilkan penyebab adanya cacat pada produksi sepatu berdasarkan faktor bahan baku, manusia, metode, dan mesin, (6) scatter diagram menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jumlah produk sepatu yang dihasilkan dengan banyaknya cacat yang terjadi, (7) control chart menunjukkan bahwa proses produksi sepatu masih belum terkendali. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amitava Mitra,(2009). Fundamentals of Quality Control and Improvement Bagad, V. S. (2008). Total Quality Management. Pune: Technical Publications Pune.

Bisnis.com. (2015, April 27). Pengusaha Sepatu Jawa Timur Mulai Hengkang Dari Ring I. Retrieved April 23, 2016, from Industri: http://industri.bisnis.com/read/20150427/257/427418/pengusaha-sepatu-jawa-timur-mulai-hengkang-dari-ring-i

Bunney, H., & Dale, B. (1997). The implementation of quality management tools and techniques: a study. The TOM Magazine, 183-189.

Burge, S. (2009). The Systems Engineering Tool Box. 1-15.

Durianto, Darmadi., Sugiarto., Budiman, L.J. (2004). Brand Wquity Ten: Strategi Memimpin Pasar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Herjanto, E. (2007). Manajemen Operasi. Jakarta: Grasindo.

Hidayat, Anang. (2007). Strategi Six Sigma: Peta Pengembangan Kualitas dan Kinerja Bisnis. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Kartika, Haya. (2013). Analisis Pengendalian Kualitas Produk CPE FilmDenganMetode Statistical Process ControlPadaPT. MSI. Jurnal Ilmiah Teknik Industri. Vol. 1, No. 1, 2013: 50-58.

Kementerian Perindustrian. (2014). Industri Manufaktur RI Tidak Siap Hadapi MEA. http://www.kemenperin.go.id/artikel/10267/Industri-Manufaktur-RI-Tidak-Siap-Hadapi-MEA

Kompas. (2016). BSN: Perlu Jaminan Kualitas Produk Nasional dalam Hadapi MEA. http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro /16/06/28/o9h9il354-bsn-perlu-jaminan-kualitas-produk-nasional-dalam-hadapi-mea

Madiun Pos.com. (2016, april 12). Kehilangan Pasar Ekspor, 25 Industri Sepatu Jatim Ajukan Penangguhan UMK : http://www.madiunpos.com/2016/01/04/umk-2016-kehilangan-pasar-ekspor-25-industri-sepatu-jatim-ajukan-penangguhan-umk-677124

Momon, A. (2012). Implementasi Sistem Pengendalian Kualitas Dengan Metode Seven Tools Terhadap Produk Shotblas Pada Proses Cast Wheel Di PT.XYZ. Majalah Ilmiah Solusi Unsika , 1-12.

Montgomery, D. C. (2009). Introduction to Statistical Quality Control. Jefferson City: John Wiley & Sons, Inc.

Mukherjee, P. N. (2006). Total Quality Management. New Delhi: Prentice-Hall of India.
Published
2017-09-01
How to Cite
KUSUMA, Fariogo. PENGENDALIAN KUALITAS SEPATU DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DI PT. HALIM JAYA SAKTI PASURUAN. CALYPTRA, [S.l.], v. 6, n. 2, p. Hal. 1299 – 1309, sep. 2017. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/1060>. Date accessed: 15 aug. 2018.