EVALUASI AUDIT KEPATUHAN DARI REGIONAL QUALITY ASSURANCE 06 BANK NEGARA INDONESIA (BNI) DALAM MENGANTISIPASI TERJADINYA KREDIT BERMASALAH DI SKC GRAHA PANGERAN SUARABAYA

  • Fransiska Ginting Universitas Surabaya
  • Fidelis Arastyo Andono Universitas Surabaya

Abstract

Saat ini sektor kredit di Indonesia masih merupakan bidang kegiatan usaha bank yang memiliki pendapatan utama dibandingkan dengan kegiatan lainnya. Namun sebagai sumber pendapatan utama, kredit juga mempunyai resiko, dimana ada kemungkinan pinjaman tidak akan tertagih. Sehingga bank harus mampu meminimalkan tingkat Non Performing Loan (NPL) dibawah batas maksimum (5%). Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengawasan melalui audit kepatuhan yang dilakukan pada setiap proses penyaluran kredit. Audit kepatuhan merupakan salah satu alat manajemen dalam memantau dan meningkatkan kualitas operasional, termasuk usaha perkreditan untuk mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan audit kepatuhan dalam mengantisipasi terjadinya kredit bermasalah di SKC Graha Pangeran Surabaya Bank BNI. Hasilnya menunjukan bahwa audit kepatuhan yang dilakukan belum efektif dalam membantu badan usaha mengantisipasi terjadinya kredit bermasalah, karena terdapat beberapa prosedur yang tidak sesuai dengan prakteknya. Salah satunya adalah tidak adanya laporan pemantauan tahun 2011. Sehingga diharapkan tata pelaksanaan audit kepatuhan Regional Quality Assurance dilakukan secara tepat, termasuk pembuatan laporan tersebut yang menjadi ujung tombak dari suatu audit.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2013-03-01
How to Cite
GINTING, Fransiska; ANDONO, Fidelis Arastyo. EVALUASI AUDIT KEPATUHAN DARI REGIONAL QUALITY ASSURANCE 06 BANK NEGARA INDONESIA (BNI) DALAM MENGANTISIPASI TERJADINYA KREDIT BERMASALAH DI SKC GRAHA PANGERAN SUARABAYA. CALYPTRA, [S.l.], v. 2, n. 1, p. Hal. 1 - 15, mar. 2013. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/118>. Date accessed: 19 nov. 2017.