PERAN SEKOLAH DALAM MEMBERIKAN INFORMASI MENGENAI SEKSUALITAS BAGI SISWA SISWI SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH PERTAMA

  • Ellen Wijaya Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Abstract

Pendidikan seksualitas penting untuk dilakukan agar mencegah anak-anak muda untuk melakukan perilaku seksual yang berisiko, kehamilan yang tidak diinginkan, dan terjadinya infeksi menular seksual (Reis, Ramiro, de Matos, & Diniz, 2011). Penelitian dilakukan untuk mengetahui peran sekolah dalam memberikan informasi mengenai seksualitas kepada murid-muridnya. Partisipan terlibat adalah 81 siswa (11-15 tahun). Pengukuran dilakukan dengan kuesioner yang mengacu pada objek pembelajaran oleh UNESCO (2009b). Objek pembelajaran terdiri atas enam dimensi yaitu relationship, value, attitudes, and skills, culture, society, and human right, human development, sexual behavior, dan sexual and reproductive health. Hasil angket tertutup menunjukkan bahwa mayoritas partisipan memiliki pengetahuan yang tinggi dan cukup dalam tiap-tiap dimensi yang berarti partisipan memiliki informasi yang mereka butuhkan terkait seksualitas. Informasi tersebut tidaklah mereka peroleh dari sekolah, namun dari orang tua dan Internet. Hasil angket terbuka menyatakan bahwa masih banyak partisipan yang kurang memahami tentang kesehatan reproduksi misalnya keputihan atau mimpi basah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Forrest, S., Blake, S., & Ray, C. (2003). Sex and relationships education: a guide for independent schools and those working with them. National Children's Bureau.

Goodwin, C. J. (2005). Research in psychology (4th ed.). Massachusetts: John Wiley & Sons.

Hematang, N. V. K. (2004). Pemberian informasi kesehatan reproduksi terhadap sikap ibu pada pendidikan seks untuk anak. Universitas Surabaya, Surabaya.

Pakasi, D. T., & Kartikawati, R. (2013). Antara kebutuhan dan tabu: pendidikan seksualitas dan kesehatan reproduksi bagi remaja di SMA. Jurnal Makara Seri Kesehatan, 2(17), 79-81.

Reis, M., Ramiro, L., de Matos, M. G., & Diniz, J. A. (2011). The effects of sex education in promoting sexual and reproductive health in Portuguese university students. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 29, 477-485.

Sugiyono. (2005). Metode penelitian administrasi. Bandung: Alfabeta.

UNESCO. (2009a). International technical guidance on sexuality education (Vol. 1). An evidence-informed approach for schools, teachers and health educators.

UNESCO. (2009b). International technical guidance on sexuality education (Vol. 2). An evidence-informed approach for schools, teachers and health educators.

Walker, J., & Milton, J. (2006). Teachers' and parents' roles in the sexuality education of primary school children: A comparison of experiences in Leeds, UK and in Sydney, Australia. Sex Education, 6(4), 415-428.
Published
2018-03-01
How to Cite
WIJAYA, Ellen. PERAN SEKOLAH DALAM MEMBERIKAN INFORMASI MENGENAI SEKSUALITAS BAGI SISWA SISWI SEKOLAH DASAR DAN MENENGAH PERTAMA. CALYPTRA, [S.l.], v. 7, n. 1, p. Hal. 713 - 720, mar. 2018. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/1191>. Date accessed: 14 aug. 2018.