PERANCANGAN KITCHEN SET UNTUK RUMAH MUNGIL TIPE 21 dan 36.

  • Bellinda Prajwalita Jurusan Desain dan Manajemen Produk Fakultas Teknik Universitas Surabaya

Abstract

Pada saat ini jumlah penduduk negara Indonesia semakin banyak dan berkembang sehingga menjadi negara urutan ke 4 di dunia jumlah penduduk terbanyak dengan lebih dari 240 juta jiwa. Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk Indonesia ini maka tanah atau lahan untuk tempat tinggalpun semakin berkurang dan padat. Maka dibuatlah hunian yang berukuran kecil seperti tipe 21 yang sebetulnya kurang layak untuk ditinggali karena ukurannya yang terlalu kecil, yang kemudian dibuatlah hunian tipe 36 yang sudah memenuhi standard untuk dihuni. Dengan ukuran rumah yang sederhana mempunyai sedikit ruang yang tidak begitu besar. Di dalam rumah itu terdapat kegiatan yang bersifat sebentar dan lama. Dapur merupakan ruang yang tidak selalu digunakan namun perabotan yang digunakan memakan banyak ruang bagi rumah kecil; padahal luas dapur mencakup 10% dari luas rumah. Kenyataannya, aktifitas rutin di dapur hanya sebentar sekitar 2 - 4 jam saja, selebihnya dapur tidak dipergunakan. Luas dapur sekitar 3 - 4 m2 sangat bermanfaat bila dapat dipakai aktifitas atau kegiatan produktif lain. Kebijakan pemerintah dalam melakukan konversi penggunaan energi dari minyak tanah ke gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) telah banyak mendorong orang untukĀ  memakai kompor gasĀ  LPG sebagai bahan bakar kompor yang digunakan. Meskipun kompor gas LPG memiliki kelebihan lebih praktis penggunaannya dari kompor minyak tanah, tetapi masih memiliki kekurangan yaitu bahaya yang ditimbulkannya jika terjadi kebocoran gas yang berakibat pada ledakan dan menimbulkan kebakaran bahkan korban jiwa. Oleh sebab itu diperlukan perabot dapur dengan fleksibilitas ruang yang baik dan dilengkapi dengan pengaman tabung gas LPG.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andrian, J. 1989. Biomechanics of Human Movement, USA: Benchmark Press, Inc.

Aryanto, Yunus. 2008. 46 Inspirasi Desain Kitchen Set. Jakarta: Griya kreasi

Chuan et al., 2010. Anthopometry of The Singaporean and Indonesian Populations. International Journal : Industrial Ergonomics.

Darmaprawira, Sulasmi. 2001. Warna : Teori dan Kreatifitas Penggunanya. Bandung: ITB.

Nurmianto, Eko.2008.Ergonomi, Konsep dasar dan aplikasinya.Guna Widya:Surabaya.

Palgunadi, Bram. 2008. Disain Produk 2 : Analisis dan Konsep Disain. Bandung: ITB.

Palgunadi, Bram. 2008. Disain Produk 3 : Aspek-Aspek Disain. Bandung: ITB.

Palgunadi, Bram. 2008. Disain Produk 4 : Membuat Rencana. Bandung: ITB.

Panero, Julius ,AIA, ASID. dan Zelnik, Martin , AIA, ASID.1979.Dimensi Manusia dan Ruang Interior.Buku panduan untuk dtandar pedoman perancangan.Erlangga:Jakarta.

Pheasant,S.1986.Body space:Anthropometry, ergonomics and design.Taylor and francis:London.

Rozalena, Agustin. 2009. 345 Tips Menata & Merawat Ruang Dapur. Jakarta : Griya Kreasi.

Saragih, John F.B. 1997. Merenovasi Rumah Tipe 21 dan Tipe 36. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Sekaresti, Rara. 2011. Mendesain Dapur Idaman (Inspirasi Desain Dapur untuk Rumah Tipe 36,45,54,72, dan 90). Jakarta : Transmedia.
Published
2014-09-01
How to Cite
PRAJWALITA, Bellinda. PERANCANGAN KITCHEN SET UNTUK RUMAH MUNGIL TIPE 21 dan 36.. CALYPTRA, [S.l.], v. 3, n. 2, p. Hal. 1 - 16, sep. 2014. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/1396>. Date accessed: 19 nov. 2018.
Section
Bidang Desain dan Manajemen Produk (DMP)