STUDI DESKRIPTIF PERILAKU BULLYING PADA REMAJA

  • Matraisa Bara Asie Tumon Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Abstract

Pada saat ini lingkungan pendidikan telah banyak terjadi berbagai perilaku dan aksi kekerasan yang mengkhawatirkan. Salah satu aksi kekerasan yang paling sering terjadi adalah perilaku bullying. Dari data National Mental Health and Education Center tahun 2004 di Amerika diperoleh data bahwa bullying merupakan bentuk kekerasan yang umumnya terjadi dalam lingkungan sosial di mana 15% dan 30% siswa adalah pelaku bullying dan korban bullying. Prevalensi perilaku bullying yang meningkat dari tahun ke tahun telah menimbulkan kerusakan atau dampak yang merugikan baik itu untuk pelaku, maupun korban. Subjek penelitian berjumlah 188 siswa SMP A, SMP B, dan SMP C yang berada di wilayah Surabaya Timur dengan karakteristik berusia 12-17 tahun. Data diperoleh dari menyebarkan angket yaitu berupa angket tertutup dan angket terbuka. Data yang diperoleh dideskripsikan melalui distribusi frekuensi dan analisis butir. Hasil penelitian menunjukkan kurang dari 50% subjek penelitian yang sering dan selalu melakukan bullying, namun seluruh subjek penelitian pernah terlibat dalam perilaku bullying. Bentuk perilaku bullying verbal yang paling sering dilakukan. Faktor keluarga, teman sebaya, dan sekolah membentuk perilaku bullying pada remaja. Meskipun dalam persentase yang kecil bullying juga berdampak terhadap kecenderungan depresi pada remaja, di mana depresi tersebut berakibat adanya pikiran untuk melakukan bunuh diri dan melukai diri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditomo, A. & Retnowati, S. (2004). Perfeksionisme, Harga Diri, dan Kecenderungan Depresi pada Remaja Akhir. Jurnal Psikologi, No.1, hal. 1-15.

Ahira, Anne. (2008). Pengertian bullying: bullying dan pengaruhnya bagi jiwa remaja. Diunduh dari www.anneahira.com 30 September 2012

Baldry, A. C. (2003). Bullying in school and exposure to domestic violence: child abuse negl., 27: 713-732

Beck, A. T. (1985). Depression : causes and treatmen. Philadeldhia : University of Pennsylvania Press.

Berk, L. E. (2000). Child Development (5th Ed). Massachusetts: Pearson Education Company.

Bosworth, K., Espelage, D. L. & Simon, T. R. (1999). Factor Associated with Bullying Behavior in Middle Scholl Students. Journal of Early Adolescence, Vol. 19, No. 3, p. 341-362.

Crawford, N. (2002). New ways to stop bullying: Psychologists are driving efforts to get efective, research-based bullying-prevention and intervention programs into schools. Monitor on Psychology, Vol. 33, No. 9, p.64.

Haynie, D. L., Nansel, T., Eitel, P., Crump, A. D., Saylor, K., Yu, K. & Simons-Morton, B. (2001). Bullies, Victims, and Bully/Victims: Distinct Groups of At-Risk Youth. Journal of Early Adolescence, Vol. 21, No.1, p. 29-49.

Hjemdal, O., Aune, T., Reinfjell, T., Stiles, T. C. & Friborg, O. (2007). Resilience as a Predictor of Depressive Symptoms: A Correlational Study with Young Adolescents. Clinical Child Psychology and Psychiatry, Vol. 12, No. 1, p. 91-104.

Hurlock, E. B. (1973). Adolescent Development (4th Ed). Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha Ltd.

Hurlock, E. B. (1993). Psikologi perkembangan anak. Edisi 6. Alih Bahasa: dr. Med. Meitasari Tjandrasa. Jakarta: Erlangga.

Hurlock, E. B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Lima. (terjemahan). Jakarta: Erlangga

Kaltiala-Heino, R., Rimpela, M., Marttunen, M., Rimpela, A. & Rantanen, P. (1999). Bullying, depression, and suicidal ideation in finnish adolescents: school survey. BMJ, Vol. 319, No. 7206, p. 348-351.

Kaplan, H. I., & Sadock, B. J. (1988). Comprehensive textbook of psychiatry/ V. Vol I. fifth edition. Maryland, USA. : Williams and Wilkins.
Published
2014-03-01
How to Cite
TUMON, Matraisa Bara Asie. STUDI DESKRIPTIF PERILAKU BULLYING PADA REMAJA. CALYPTRA, [S.l.], v. 3, n. 1, p. Hal. 1 - 17, mar. 2014. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/1520>. Date accessed: 21 july 2019.