STUDI DESKRIPTIF KEPUASAN PERKAWINAN PADA PEREMPUAN YANG MENIKAH DINI

  • Angela Sudarto Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Abstract

Dewasa ini, banyak perempuan yang memutuskan untuk menikah pada usia dini. Perkawinan dini menimbulkan banyak masalah bagi perempuan yang menjalaninya seperti dalam hal pendidikan, ekonomi, dan kesehatan reproduksi. Hal ini memengaruhi cara pandang perempuan dalam melihat perkawinannya yang disebut sebagai kepuasan perkawinan. Kepuasan perkawinan adalah kesan subjektif individu dalam melihat hubungan perkawinannya. Adanya keterkaitan antara kepuasan perkawinan pada perempuan yang menikah dini mendasari peneliti untuk meneliti lebih lanjut. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan kepuasan perkawinan pada perempuan yang menikah pada usia dini. Subjek penelitian terdiri atas perempuan berusia 16 hingga 24 tahun yang menikah pada usia 16 hingga 19 tahun. Data diperoleh menggunakan teknik snowball sampling dan pengambilan data menggunakan angket adaptasi Fowers & Olson yaitu Enrich Marital Scale (EMS). Pada penelitian ini ditemukan bahwa kepuasan perkawinan perempuan yang menikah dini terbagi menjadi empat kelompok (rendah (N=3), (N=8), tinggi (N=24), dan sangat tinggi (N=40). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiap kelompok kepuasan perkawinan terdapat lima persamaan antar kelompok dan delapan perbedaan yang menjadi karakteristik tiap kelompok. Kelima persamaannya dalam hal agama, dampak perkawinan dalam hal ekonomi, kesehatan, emosional, dan sosial. Kedelapan perbedaan antar kelompok kepuasan perkawinan ini yaitu dalam hal jumlah anak, tempat tinggal, usia kawin, pendapatan suami subjek per bulan, alasan perkawinan, usia perkawinan, dan dampak perkawinan dalam hal fisik dan pendidikan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Amin. (2013). BKKBN: Nikah ideal itu, 20 tahun bagi wanita, 25 tahun bagi pria. Diunduh pada tanggal 16 Januari 2014 dari http://www.merdeka.com/peristiwa/bkkbn-nikah-ideal-itu-20-tahun-bagi-wanita-25-tahun-bagi-pria.html

Alder, E. S. (2010). Age, education level, and length of courthsip in relation to marital satisfaction. Diunduh pada tanggal 3 April 2013 dari http://commons.pacificu.edu/spp/145

Benokraitis, N. V. (2011). Marriages & Families Changes, Choices, and Constraints 7th edition. Boston: Pearson Education, Inc.

BKKBN (2012). Pernikahan dini pada beberapa provinsi di indonesia: dampak overpopulation, akar masalah dan peran kelembagaan di daerah.

Cavanaugh J. C. & Blanchard-Fields, F. (2011). Adult Development and Aging. Belmont: Wadsworth.

Darnita. (2013). Gambaran faktor-faktor penyebab pernikahan usia dini di kemukiman Lhok Kaju kecamatan Indrajaya kabupaten Pidie. Jurnal Ilmiah, tidak diterbitkan, Diploma III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan U’Budiyah, Banda Aceh.

Dewi, Y. (2011). Studi kepuasan perkawinan beda etnis tionghoa dan jawa. Skripsi, tidak diterbitkan, Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, Surabaya.

Eddington, N. & Shuman R. (2008). Subjective well-being (happiness). Tallahassee: Continuing Psychology Education Inc.

Fadlayana, E. & Larasaty, S. (2009). Pernikahan usia dini dan permasalahannya. Sari Pediatri, 11 (2), 136-140.

Feist, J., & Feist, G. J. (2010). Theories of Personality (7th e.d.). New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.

Fowers, B. J. & Olson, D. H. (1993). ENRICH marital satisfaction scale: a brief research and clinical tool. Journal of Family Psychology, 7(2), 176-185.

Fowers, B. J. & Olson, D. H. (1993). ENRICH marital inventory: a discriminant validity and cross validity assessment. Journal of Marital and Family Therapy, 15(1), 65-79.

Glenn, N.D. (1990). Quantitative research on marital quality in the 1980"s: a critical review. Joumal of Marriage & The Family, 52(4), 818-832.

Heaton, T.B. & Blake, AB. (1999). gender differences in determinants of marital disruption. Journal of Family Issues, 20(1), 25-46.

Hess J. (2008). marital satisfaction and parental stress. All Graduate Theses And Dissertations. Paper 126. Diunduh pada tanggal 17 Juni 2013 dari http://digitalcommons.usu.edu/etd/126

Indonesia. (1974). Undang-undang Tentang Perkawinan, UU No. 1 Tahun 1974. LN No. 1 Tahun 1974, TLN No. 3019

Knowles, S. J. (2002). Marital satisfaction, shared leisure, and leisure satisfaction in married couple with adolescents. Oklahoma State University, Edmond, OK.
Published
2014-03-01
How to Cite
SUDARTO, Angela. STUDI DESKRIPTIF KEPUASAN PERKAWINAN PADA PEREMPUAN YANG MENIKAH DINI. CALYPTRA, [S.l.], v. 3, n. 1, p. Hal. 1 - 15, mar. 2014. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/1680>. Date accessed: 23 may 2019.