HUBUNGAN ANTARA KONFLIK KELUARGA-KERJA, MAKNA KERJA SEBAGAI PANGGILAN, DAN PERSEPSI TERHADAP DUKUNGAN ORGANISASIONAL DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA GURU

  • Regina Martha Tanudjaja Universitas Surabaya

Abstract

Keterikatan kerja menentukan bahwa guru akan menunjukkan performansi yang baik. Survei awal penelitian menunjukkan bahwa para guru memiliki indikasi tingkat keterikatan kerja (lack of work engagement) yang rendah, kurang pemaknaan kerja sebagai panggilan, kurang memiliki persepsi yang baik terhadap dukungan dan mengalami konflik keluarga-kerja.Subjek dalam penelitian ini adalah guru pada SMP swasta di Surabaya dan telah berstatus menikah sebanyak 92 orang. Pengambilan subjek penelitian bersifat total population study. Pengolahan data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian di lapangan, konflik keluarga-kerja, makna kerja sebagai panggilan, dan persepsi terhadap dukungan organisasional memiliki hubungan dengan keterikatan kerja sebagai variabel tergantung dengan besar koefisien p = 0.000 (p < 0.05, F = 0.597). Konflik keluarga kerja berperan sebagai tuntutan kerja yang memunculkan stressor bagi guru, namun ada persepsi terhadap dukungan organisasional dan makna kerja sebagai panggilan yang mengurangi stressor dan meningkatkan keterikatan kerja. Saran bagi manajemen sekolah adalah memberikan fasilitas dan pelatihan guna meningkatkan keterikatan kerja guru terhadap profesi dan organisasi.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2013-03-01
How to Cite
TANUDJAJA, Regina Martha. HUBUNGAN ANTARA KONFLIK KELUARGA-KERJA, MAKNA KERJA SEBAGAI PANGGILAN, DAN PERSEPSI TERHADAP DUKUNGAN ORGANISASIONAL DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA GURU. CALYPTRA, [S.l.], v. 2, n. 1, p. Hal. 1 - 10, mar. 2013. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/179>. Date accessed: 20 nov. 2017.