STUDI HUBUNGAN SERVICESCAPE, ATMOSPHERICS DAN DESTINATION ATTRACTIVENESS PADA ECO GREEN PARK BATU

  • Basten Tanduklangi Paranoan Jurusan Manajemen Layanan dan Pariwisata Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan persepsi pengunjung antara servicescape, atmospherics dan destination attractiveness pada Eco Green Park yang bertempat di Batu, Malang. Batu adalah salah satu kota yang tedapat di Jawa Timur, dalam dua tahun terakhir Kota Batu mengalami perkembangan pariwisata sangat pesat. Penelitian ini juga mempelajari tentang bagaimana persepsi terhadap servicescape, atmospherics, dan destination attractiveness diberdakan antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data primer. Jenis skala pengukuran yang digunakan adalah numerical scale. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hubungan dengan menggunakan spearman rank dan uji beda yang menggunakan Mann-Whitney U-Test. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan positif antara servicescape dan atmospherics, antara servicescape dan destination attractiveness dan antara servicescape dan destination attractiveness. Dari hasil penelitian didapat pula bahwa terdapat perbedaan persepsi dari laki-laki dan perempuan pada servicescape dan atmospheric. Dan Pada variabel atmospherics tidak ada perbedaan persepsi antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anthonius Kurniawan, Studi Deskriptif Destination Image Yogyakarta Berdasarkan Persepsi First And repeat Visitors Wisatawan asal Surabaya, Universitas Surabaya

Arvina Janedea, Studi Deskriptif Destination Image Jakarta Berdasarkan Persepsi Wisatawan asal Surabaya, Universitas Surabaya

Bitner, Mary Jo. (1992). Servicescapes: The impact of Physical Surroundings on Customers and Employees. Journal of Marketing, Vol. 56 April, (57-71)

Cooper, D.R. & Schindler, P.S. (2006). Business Research Methods. 9th ed. New York, NY: McGraw-Hill

Cornelius, Heerdeen, & Botha (2009). The relationship between atmospherics, sericescape and destination attractiveness of a holiday destination, Journal of Marketing, 55-65

Countryman, C.C. (2006). The effects of atmospheric elements on customer impression: the case of hotel lobbies, International Journal of Contemporary Hospitality Management, 18 (7): 534-545.

Heide, M. & Gronhaug, K. (2006). Atmosphere: Conceptual Issues and Implications for Hospitality Management, Scandinavian Journal of Hospitality and Tourism, 6 (4): 271-286.

Lovelock, C., Wirtz J., Keh H.T., 2005, Services Marketing In Asia, Second Edition, Prentice Hall International.

Mayer, K.J. & Johnson, L. (2003). A customer-based assessment of casino atmospherics, UNLV Gaming Research & Review Journal, 7: 21-31.

Soekadijo, R.G., 1996, Anatomi Pariwisata “Memahami Pariwisata sebagai systemic linkage”, Gramedia Pustaka Utama.

Wakefield, K.L. & Blodgett, J.G. (1994). The importance of servicescape in leisure service settings, Journal of Services Marketing, 8 (3): 66-76.

Wakefield, K.L. & Blodgett, J.G. (1996). The effect of the servicescape on customers’ behavioral intentions in leisure service settings, Journal of Services Marketing, 10 (6): 45-61.

Yalch, R.F. & Spangenberg, E.R. (2000). The effects of music in a retail setting on real and perceived shopping times. Journal of Business Research, 49 (2): 139-147

Yangzhou, Ritchie (1993). Measuring Destination Attractiveness: A Contextual Approach.
Published
2015-09-01
How to Cite
PARANOAN, Basten Tanduklangi. STUDI HUBUNGAN SERVICESCAPE, ATMOSPHERICS DAN DESTINATION ATTRACTIVENESS PADA ECO GREEN PARK BATU. CALYPTRA, [S.l.], v. 4, n. 2, p. Hal. 1 - 10, sep. 2015. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/2138>. Date accessed: 11 nov. 2019.