HUBUNGAN GAYA KELEKATAN DENGAN KECENDERUNGAN NEUROTICISM PADA INDIVIDU YANG SEDANG MENJALIN HUBUNGAN ROMANTIS

  • Made Silvana Dwi Utami Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Abstract

Kedekatan dalam hubungan romantis tidak selalu dipandang positif sehingga memungkinkan munculnya dampak-dampak negatif dari hubungan romantis yang terjalin.Dampak negatif dari hubungan romantis adalah adanya ketergantungan dan kecemasan yang didasari dari pribadi individu yang memiliki kecenderungan neuroticism.Pada penelitian sebelumnya menemukan bahwa gaya kelekatan ambivalent dan avoidant merupakan prediktor munculnya pribadi neuroticism. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya kelekatan ambivalent dan avoidant dengan kecenderungan neuroticism pada individu yang sedang menjalin hubungan romantis.Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya yang saat ini sedang menjalin hubungan romantis minimal satu bulan.Subjek penelitian yang diambil sebanyak 105 orang yang dipilih dengan teknik incidental sampling.Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan teknik korelasi Pearson dengan software SPSS 16.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara gaya kelekatan ambivalent dan avoidant dengan kecenderungan neuroticism pada individu yang sedang menjalin hubungan romantis (p=0,000 & 0,029), semakin tinggi gaya kelekatan ambivalent atau gaya kelekatan avoidant, maka semakin tinggi pula kecenderungan neuroticism pada individu yang sedang menjalin hubungan romantis. Pada penelitian ini, subjek penelitian memiliki tingkat gaya kelekatan ambivalent dan avoidant yang sedang dan tingkat kecenderungan neuroticism yang juga sedang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Luo, S., & Tuney, S. (2014). Can texting be used to improve romantic relationships?.Computers in human behavior,xx,xx-xx.

Feist, J. & Feist, G. J. (2008).Theories of personality (5thed). New York: McGraw-Hill.

Kartono, Kartini. (1989). Psikologi abnormalitas dan abnormalitas sesksual.Bandung: Mandar Maju.

Niemeyer, H. (2013). An interdisciplinary approach to romantic relationship in postmodern society.Procedia-social and behavioral sciences, 82, 282-287.

Halat, M. I., & Hovardaoglu, S. (2011). The relationship between forms and durations of relationships and attachment styles of couples.Procedia-social and behavioral sciences, 30, 2567-2574.

Miller, R. S., Perlman, D., & Brehm, S.S. (2007).Intimate relationship. New York: McGraw-Hill.

Mikulincer, M. & Shaver, P. R. (2007).Attachment in adulthood. New York: The Guilford Press.
Published
2016-03-01
How to Cite
UTAMI, Made Silvana Dwi. HUBUNGAN GAYA KELEKATAN DENGAN KECENDERUNGAN NEUROTICISM PADA INDIVIDU YANG SEDANG MENJALIN HUBUNGAN ROMANTIS. CALYPTRA, [S.l.], v. 5, n. 1, p. Hal. 1 - 14, mar. 2016. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/2712>. Date accessed: 31 mar. 2020.