PEMANFAATAN METODE TRANSPERSONAL UNTUK MENGUNGKAP PERKEMBANGAN POLA PENERIMAAN DIRI DAN KESADARAN DIRI PADA ANAK PEREMPUAN YANG DI BESARKAN DALAM KELUARGA YANG DI WARNAI DENGAN KEKERASAN: Sebuah Autobiografi

  • Septiana Sampurna Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Abstract

Penelitian ini merupakan autobiografi peneliti,seorang perempuan yang dibesarkan dalam keluarga yang diwarnai kekerasan oleh ayah kandung. Menghadapi Ayah, perasaan yang dominan adalah takut dan tidak berdaya; hanya mengiyakan kata-kata ayah dan tidak mampu menyampaikan perasaan tidak terimanya. Sebaliknya, dalam relasi intimnya dengan laki-laki, peneliti cenderung menjadi keras, kasar, serta ingin mengontrol. Pertengkaran hebat seringkali mewarnai kehidupan mereka. Kebingungan terhadap reaksinya yang juga tidak mampu dihindari, seringkali menyalahkan diri sendiri telah menimbulkan ketidaknyamanan yang kuat pada diri peneliti. Melalui metode psikologi transpersonal (PT), penelitian ini ditujukan membantu peneliti memahami dan menerima diri. Dengan penerimaan diri yang lebih baik, peneliti diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan dirinya.Metode PT dari Margret Rueffler yang digunakan mendasarkan pada pendekatan psikosintesis dari Roberto Assagioli. Fokusnya pada membuka kesadaran dan penerimaan diri melalui proses pengejewantahan subkepribadian. Action research dengan penyesuaian transpersonal juga digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari proses tersebut peneliti lebih menyadari subkepribadian apa saja yang sering muncul dalam relasinya dengan ayah kandung ataupun figur laki-laki dalam relasi intim. Subkepribadian yang awalnya mendapat penolakan dari peneliti, kini lebih dapat diterima karena kini mampu melihat motif dari setiap subkepribadian yang pada dasarnya berfungsi melindungi dan bertujuan sesuai dengan kehendaknya. Perang batin yang dulu mencekam lama, kini relative lebih cepat terselesaikan. Energi yang dulu habis terbakar oleh konflik dalam diri, kini dapat digunakan untuk melakukan respon yang lebih kreatif. Dalam berelasi dengan ayah, peneliti dapat lebih bersikap apa adanya, begitupula dengan relasi intimnya, pertengkaran yang terjadi lebih cepat reda dan segera mendapat penyelesaian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bhasin. K. (1997). Menggugat patriarki. Jakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Feist, J . (2010). Teori Kepribadian. (7 th ed.) (Handriatno Pengalih bhs.). Jakarta: Salemba Humanika.

Halland, J. (2007). A thematic analysis of narrative of depression. Cape Town: Department of Psychology.

Havelin, K. (2000). Child Abuse: Why do my parents hit me?. Cincinnati: Capstone Press, Incorporated.

Huraerah, A. (2006). Kekerasan terhadap anak: Fenomena masalah sosial kritis di Indonesia. Bandung: Nuansa.

Koentjaraningrat. (2002). Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Komnas Perempuan. (2011) Catatan K tP tahun 2010. Diunduh pada 15 Maret 2012, dari www.komnasperempuan.or.id.

McCue, M. L. (2008). Domestic violence (2nd ed.).California: ABC-CLIO, Inc. McNiff, J., & Whitehead, J. (2004). Action research: principle and practice (2nd ed.). New York: RoutledgeFalmer.

Moore, D. H. (2004). Domestic violence in Appalachia with a focus on Cabell country.Thesis, not published, The Graduate College of Marshall University, Huntington.

Neuman, W. L. (2006). Social research methods (6th ed.). Boston: Omegatype Typography, Inc.

Newton, S., & Gerrits, J. (2011). Straight talk about child abuse. Canada: Crabtree Publishing Company.

Poerwandari, E. K. (2001). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Depok: Lembaga Sarana Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi

Poerwandari, E. K. (1998). Pendekatan kualitatif dalam penelitian psikologi. Jakarta: Lembaga Sarana Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi.

Revillard, A. (2007). Stating family values and women’s right: Familialism within the French republic. The Journal of Politics Psychology, (5), 210-228.

Robets, R. (2002). Biographical research. London: Licensing Agency.

Rueffler, M. (1995). Para pemain di dalam diri kita. (1st ed.). (N. K. E. Triwijati, Pengalih bhs.). Surabaya: Penulis

Schwartz, S. J. The applicability of familism to diverse ethnic groups: A preliminary study. The Journal of Social Psychology, 147(2), 101-118.

Shorrock, A. (2008). The transpersonal in psychology, psychotherapy and counseling. New York: Palgrave Macmillan.

Suparno, P. (2008). Riset tindakan untuk pendidik. Jakarta: PT. Grasindo
Published
2013-09-20
How to Cite
SAMPURNA, Septiana. PEMANFAATAN METODE TRANSPERSONAL UNTUK MENGUNGKAP PERKEMBANGAN POLA PENERIMAAN DIRI DAN KESADARAN DIRI PADA ANAK PEREMPUAN YANG DI BESARKAN DALAM KELUARGA YANG DI WARNAI DENGAN KEKERASAN: Sebuah Autobiografi. CALYPTRA, [S.l.], v. 2, n. 2, p. Hal. 1 - 18, sep. 2013. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/638>. Date accessed: 19 apr. 2018.