HUBUNGAN HARGA DIRI DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA WANITA LAJANG DITINJAU DARI BIDANG PEKERJAAN

  • Susanti Susanti Universitas Surabaya

Abstract

Bagi wanita yang menunda atau bahkan tidak menikah psychological well-being yang dimiliki dapat menjadi kurang optimal, karena pernikahan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well-being. Pernikahan juga dianggap memiliki hubungan yang erat dengan harga diri, karena pernikahan menjadi salah satu sumber dukungan sosial. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara harga diri dan psychological well-being pada wanita lajang yang bekerja khususnya pada bidang akademik dan non-akademik. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita lajang yang bekerja di bidang akademik dan non-akademik dengan rentang usia 35 hingga 50 tahun. Sampel penelitian ini berjumlah 60 subjek, yang terdiri atas 30 wanita yang bekerja di bidang akademik dan 30 non-akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang kemudian diuji analisis korelasi parsial dengan mengendalikan bidang pekerjaan. Berdasarkan hasil pengujian, diketahui terdapat hubungan positif antara harga diri dan psychological well-being dengan mengendalikan bidang pekerjaan (r 0.799, p 0.000). Hal ini berarti semakin tinggi harga diri maka semakin tinggi pula psychological well-being, dan sebaliknya.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2012-09-01
How to Cite
SUSANTI, Susanti. HUBUNGAN HARGA DIRI DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA WANITA LAJANG DITINJAU DARI BIDANG PEKERJAAN. CALYPTRA, [S.l.], v. 1, n. 1, p. Hal. 1 - 8, sep. 2012. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/70>. Date accessed: 18 oct. 2019.