IMPLEMENTASI ACTION CONTROL DAN RESULT CONTROL UNTUK MENGURANGI EMPLOYEE TURNOVER DAN MOTIVATIONAL PROBLEM PT SUMBER REJEKI GAMALAMA BAGIAN PENJUALAN

  • Elly Haryono Tjiang Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya
  • Ria Sandra Alimbudiono Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya

Abstract

Seiring perkembangan dunia bisnis, keberadaan suatu badan usaha tidak bisa lepas dari sumberdaya manusianya. Turnover dan motivasi  karyawan  merupakan permasalahan yang sering dihadapi dalam badan usaha. Tingkat Turnover yang tinggi dan motivasi karyawan yang rendah merupakan indikasi adanya masalah yang mendasar pada organisasi serta akan mengganggu operasional perusahaan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan suatu rancangan Sistem Pegendalian Manajemen yang tepat sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi kerja karyawan serta mempertahankan sumberdaya manusianya yang kompeten dan mengarahkan agar sejalan mencapai tujuan perusahaan. Berkaitan dengan hal tersebut diadakan penelitian untuk mengetahui sejauh mana peran implementasi action dan result control terhadap turnover karyawan, dengan mengambil obyek PT Sumber Rejeki Gamalama (SRG). PT“SRG” memilih mengimplementasikan pengendalian formal yaitu Action dan Result control yang dirasa cocok dalam operasional sehari-hari. Namun dalam penerapanya masih terdapat beberapa kelemahan atas implementasi. Adanya peran yang negatif dalam penerapan action dan result control yang diterapkan perusahaan berakibat pada permasalahan MCS serta tingkat turnover yang meningkat setiap tahunnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarya turnover terjadi karena adaya permasalahan pengendalian manajemen yang terjadi diperusahaan salah satu faktor terjadinya turnover yaitu terkait kejelasan prosedur dan peraturan perusahaan dan masalah kompensasi dan jenjang karier. Permasalahan yang terjadi timbul karena penerapan action control dan result control yang selama ini diterapkan perusahaan kurang memiliki peran. Jadi, permasalahan management control system dapat diatasi apabila action control dan result control yang ada diterapkan dengan tepat dan sesuai dengan keinginan perusahaan maupun karyawan. Dengan adanya keselarasan antara kebutuhan karyawan dan tujuan perusahaan dapat mendorong karyawan lebih semangat dalam mengerjakan tugasnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budhisetiawan, Y. (2012). Distribusi Digital. Jakarta.

Mulyadi. 2007. Sistem Terpadu Pengelolaan Kinerja Personel Berbasis Balanced Scorecard. Yogyakarta: Unit Penerbitan dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN

Efferin, Sujoko, et al. 2008. Metode Penelitian Akuntansi: Mengungkap Fenomena dengan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitiatif. Edisi pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Merchant dan Van der Stede. W.A 2007. Management Control System. Pearson Education Limited.

Mathis, R. L., & Jackson J. H., 2008, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi 10, Jakarta: Salemba Empat

Patrick L. O'Halloran, (2012),"Performance pay and employee turnover", Journal of Economic Studies, Vol. 39 Iss 6 pp. 653 – 674
Published
2017-09-01
How to Cite
TJIANG, Elly Haryono; ALIMBUDIONO, Ria Sandra. IMPLEMENTASI ACTION CONTROL DAN RESULT CONTROL UNTUK MENGURANGI EMPLOYEE TURNOVER DAN MOTIVATIONAL PROBLEM PT SUMBER REJEKI GAMALAMA BAGIAN PENJUALAN. CALYPTRA, [S.l.], v. 6, n. 2, p. Hal. 250 – 262, sep. 2017. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/920>. Date accessed: 20 june 2018.