MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) <p style="text-align: justify;"><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;">Media Pharmaceutica Indonesiana (MPI) is a journal focusing on pharmaceutical aspects. MPI is dedicated to update and support the development of information and knowledge on pharmaceutical fields. This journal is published twice a year (June and December). MPI has been accredited by Kemenristekdikti since July 9<sup>th</sup>, 2018 with an accreditation rank of 4.</span></span></p> en-US <p><a href="" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="" alt="Creative Commons License"></a></p> <p>Articles published in MPI are licensed under a <a href="" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International</a> (CC BY-SA) license. You are free to copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided you give appropriate credit to the original author(s) and MPI, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.</p> <p>Copyright on articles is retained by the respective author(s), without restrictions. A non-exclusive license is granted to MPI to publish the article and identify itself as its original publisher, along with the commercial right to include the article in a hardcopy issue for sale to libraries and individuals.</p> <p>By publishing in MPI, authors grant any third party the right to use their article to the extent provided by the CC BY-SA license.</p> (Kartini) (Maya Harfi Anggraeni) Thu, 23 Dec 2021 07:14:13 +0000 OJS 60 A Validated HPTLC Densitometric Method for The Quantitative Determination of Ubidecarenone in Bulk and in Capsule Formulation <p>A new, simple, precise, accurate and rapid high performance thin layer chromatographic method has been developed and validated for the estimation of ubidecarenone in bulk and in capsule formulation. The chromatographic separation was performed on aluminium TLC plates precoated with silica gel 60F<sub>254</sub> as a stationary phase and methanol:water (7:3) as a mobile phase. Detection was performed densitometrically in the absorbance mode at 280nm for the evaluation of chromatograms. The system has given well sharp peak of ubidecarenone (Rf=0.51±0.02). The linearity of the method was established in the range of 1-6 ng/µL with correlation coefficient (r<sup>2</sup>) of 0.9995. The method was validated for precision, accuracy, robustness, ruggedness, LOD, and LOQ as per ICH guidelines. The limit of detection was found to be 0.0392 ng/µL, whereas the limit of quantitation was found to be 0.1189 ng/µL. The percentage label claim for ubidecarenone in the capsule formulation was found to be 99.96±0.4703. The accuracy of the method was confirmed by recovery studies. The percentage recovery was found to be in the range of 100.10-101.45% for ubidecarenone. The % RSD value was found to be less than 2. The low %RSD value indicates that there is no interference due to excipients used in the formulation. Hence, the developed method was found to be simple, precise, accurate, and rapid for the analysis of ubidecarenone in bulk and pharmaceutical formulation and it can be effectively applied for the quality control analysis of ubidecarenone in bulk and pharmaceutical formulation.</p> Anandakumar Karunakaran, Anjana Elampulakkadu, Ramesh Jayaprakash, Senthilkumar Raju, Meka Dharshini Lakshmiganesh Copyright (c) 2021 The Author(s) Thu, 23 Dec 2021 07:03:49 +0000 Identifikasi Alkohol dalam Hand Sanitizer secara Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Kemometrik <p><em>Hand sanitizer</em> merupakan produk yang mengandung zat antiseptik untuk mencuci tangan tanpa harus dibilas dengan air. Alkohol sebagai bahan aktif dalam <em>hand sanitizer</em> banyak digunakan sebagai antiseptik yang mempunyai aktivitas bakterisidal. Saat pandemi covid-19 banyak <em>hand sanitizer</em> yang beredar di pasaran dengan kadar alkohol antara 60%-80%. Identifikasi adanya alkohol umumnya dengan metode kromatografi gas. Metode analisis untuk identifikasi alkohol dalam <em>hand sanitizer</em> dengan menggunakan spektrometer Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan kemometrik dapat digunakan dengan penyiapan sampel yang lebih sederhana dan cepat. Spektrum FTIR menampilkan puncak-puncak dari gugus fungsi dan ikatan kimia dari senyawa-senyawa dalam sampel. Data spektrum FTIR dikombinasikan dengan metode kemometrik (PCA, analisis kluster, dan PLS), digunakan untuk identifikasi dan mengelompokkan sampel uji <em>hand sanitizer</em> dan standar <em>hand sanitizer</em>. Hasil menunjukkan metode spektrometri FTIR dan kemometrik dapat mengidentifikasi dan mengelompokkan sampel uji <em>hand sanitizer</em> dan standar <em>hand sanitizer</em> dengan variasi kadar alkohol dalam <em>hand sanitizer</em> 60%, 65%, 70%, 75%, dan 80%.</p> Kusuma Hendrajaya, Nur Jamailah, Azminah Azminah Copyright (c) 2021 The Author(s) Thu, 23 Dec 2021 07:07:03 +0000 Identification of Potential Ebola Virus Nucleoprotein (EBOV NP) Inhibitor Derivate from Various Traditional Medicinal Plants in Indonesia: in silico study <p>Ebola virus disease is caused by Ebolavirus infection. Within infection, Ebola nucleoprotein (EBOV NP) is essential part for virus proliferation. Recent report showed that the outbreak was happened in Congo on February 2021. Although million cases were reported, the drug is remain unavailable. However, Indonesia had a high diversity of plants as traditional drugs. This research aimed to identify the traditional drug plants as potential inhibitor for EBOV NP. The SMILE notation of 65 identified compounds were collected from PubChem and 3D structured of EBOV NP (PDB ID: 4Z9P) was obtained from PDB. Molecular docking was conducted between selected compounds and EBOV NP. Clabistrin C was selected as a control. Complex of compounds EBOV NP and its amino acid residues were depicted by using Chimera X and LigPlot. Several potential compounds were selected for pharmacological activity prediction by PASS Online, toxicity analysis by ProTox-II, and drug likeness analysis with SWISSADME. Result showed that among the docked compound, hesperidin, cucurbitacin, ginsenoside RH2, and ginsenoside RO had lower binding energy compared to control. Moreover, all of those compounds had comparable hydrogen and hydrophobic interactions with EBOV NP. Further analysis showed it has potential biological function for Ebola disease, such as antiviral, antioxidant, and immunostimulant. All those compounds had low toxicity. As conclusion, there are four promising compounds that potentially inhibited the Ebolavirus proliferation.</p> Yulanda Antonius, Jeremi Ongko, Johan Sukweenadhi, Sulistyo Emantoko Dwi Putra Copyright (c) 2021 The Author(s) Thu, 23 Dec 2021 07:05:57 +0000 Bioaktivitas Ekstrak Kulit Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dalam Sabun Cuci Piring sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Staphylococcus aureus <p>Kulit buah nanas (<em>Ananas comosus</em> (L.) Merr.) mengandung vitamin C, karotenoid, flavonoid, dan enzim bromelain yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Enzim bromelain berfungsi sebagai antiseptik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bioaktivitas ekstrak kulit buah nanas pada sabun cuci piring sebagai antibakteri terhadap <em>Staphylococcus aureus</em>. Sabun cuci piring ekstrak kulit buah nanas diformulasikan dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda yaitu pada 10% (FI), 20% (FII), dan 30% (FIII). Metode yang digunakan untuk uji antibakteri adalah metode difusi sumuran. Hasil pengamatan pada inkubasi selama 24 jam diperoleh rata rata zona hambat terbesar pada FIII yaitu sebesar 19,3 mm, sedangkan pada FII dan FI masing-masing diperoleh zona hambat sebesar 15 mm dan 13 mm. Kontrol positif (sabun cuci piring merk SL) menunjukkan adanya zona bening dengan rata-rata diameter zona hambat yaitu 25,3 mm. Formula yang memiliki zona hambat bakteri terbesar adalah FIII. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya kemampuan kulit buah nanas untuk menghambat pertumbuhan <em>Staphylococcus aureus</em> sehingga dapat digunakan sebagai sabun cuci piring.</p> Urmatul Waznah, Khusna Santika Rahmasari, Wulan Agustin Ningrum, Slamet Copyright (c) 2021 The Author(s) Thu, 23 Dec 2021 07:04:30 +0000 Formulasi Granul Minuman Fungsional Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava) dan Ekstrak Etanol Biji Klabet (Trigonella foenum-graecum) <p>Minuman fungsional diharapkan dapat memberikan manfaat kesehatan diantaranya meningkatkan imunitas, membantu pencernaan, menurunkan kolesterol, mengandung serat tinggi, dan dapat menurunkan kadar gula. Daun jambu biji dan biji klabet berpotensi untuk dikembangkan menjadi minuman fungsinal terutama karena aktivitas antioksidannya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik granul minuman fungsional kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji dengan ekstrak etanol biji klabet yang memenuhi spesifikasi dan diterima oleh panelis pada pegujian hedonik. Granul minuman fungsional dibuat dalam empat formula dengan berbagai rasio ekstrak etanol daun jambu biji dibanding ekstrak etanol biji klabet, yaitu: Formula I (3%:0%), Formula II (3%:1%), Formula III (3%:2%), dan Formula IV (3%:3%). Granul diformulasi dengan metode granulasi basah, kemudian dievaluasi karakteristik fisiknya. Hasil uji karakteristik fisik granul menunjukkan rerata kandungan lembab 1,35-1,81%; fines 2,36-6,26%; kecepatan alir 6,99-8,92 g/detik; sudut istirahat 31,60-34,70°; indeks kompresibilitas 17,38-20,42%; rasio Hausner 1,21-1,25. Uji hedonik menunjukkan rerata skor parameter warna (3,32-3,76), bau (3,32-4,00), dan rasa (3,60-4,32). Formula terbaik yang memenuhi spesifikasi dan paling diterima oleh panelis pada pegujian hedonik adalah formula IV.</p> Arya Eka Wardhana , Karina Citra Rani, Aditya Trias Pradana, Nikmatul Ikhrom Eka Jayani Copyright (c) 2021 The Author(s) Thu, 23 Dec 2021 07:03:02 +0000 Analisis Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Komunitas di RSUD Kabupaten Kediri <p>Pneumonia komunitas merupakan salah satu jenis pneumonia yang mempunyai angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi dengan angka kematian jangka pendek 14% dan kematian jangka panjang mencapai 50% dalam lima tahun. Terapi utama pada pasien pneumonia komunitas adalah antibiotik. Ketidaksesuaian penggunaan antibiotik salah satunya yaitu penggunaan antibiotik berlebihan pada terapi pneumonia komunitas dapat meningkatkan resiko terjadinya resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia komunitas yang dirawat inap di RSUD Kabupaten Kediri pada Januari-Desember 2019. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara observasional retrospektif. Sampel diambil dengan cara total population sampling dan didapat sebanyak 113 dari rekam medis. Analisis data menggunakan metode DDD /100 hari rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah seftriakson sebesar 53,10% dengan nilai 38,79 DDD/100 hari rawat inap dan total penggunaan antibiotik sebesar 77,25 DDD/100 hari rawat inap. Dapat disimpulkan bahwa pemakaian antibiotik pada pasien pneumonia komunitas masih sangat tinggi di RSUD Kabupaten Kediri, dimana hal ini menunjukkan kurang selektifnya penggunaan antibiotik terutama untuk penggunaan seftriakson.</p> Vita Kresnawati, Fauna Herawati, Hermawan Crisdiono, Rika Yulia Copyright (c) 2021 The Author(s) Thu, 23 Dec 2021 07:27:24 +0000 Review: Pemanfaatan Teknik Kemometrika Pengenalan Pola Pada Analisis Kuantitatif Senyawa Obat Kombinasi Tanpa Tahap Pemisahan <p>Penjaminan mutu produk obat kombinasi salah satunya dilakukan melalui analisis kuantitatif. Teknik kemometrika menjadi salah satu alternatif pilihan pengenalan pola pada analisis kuantitatif senyawa obat kombinasi tanpa tahap pemisahan yang mudah diterapkan, sensitif, dan cukup terjangkau. Keunggulan teknik kemometrika seperti ini telah dibuktikan pada berbagai penelitian yang relevan. Tujuan artikel review ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut pemanfaatan teknik kemometrika pengenalan pola pada analisis kuantitatif senyawa obat kombinasi tanpa tahap pemisahan. Penyusunan artikel review ini menggunakan metode penelusuran literatur ilmiah primer terbitan sepuluh tahun terakhir pada rentang 2011 hingga 2021. Hasilnya menunjukkan bahwa teknik kemometrika yang paling banyak diaplikasikan adalah PLS 78,95% dengan instrumen tanpa tahap pemisahan yang paling banyak digunakan sebagai kombinasinya adalah spektrofotometer UV-Vis 84,21%. Selain itu, campuran obat dari dua senyawa 71,05% pada berbagai golongan obat menjadi jumlah campuran yang paling banyak dianalisa dengan kombinasi teknik kemometrika dan instrumen analisis.</p> Paulina Nadya Feranti Pebby Lorenza, Angelina Kinsha Pandhita, Desy Natalia Rambu Padji Mahemba, Arya Pratama Nugraha Pede, Theodora Dominika Gadi Seran, Dewi Setyaningsih, Florentinus Dika Octa Riswanto Copyright (c) 2021 The Author(s) Thu, 23 Dec 2021 07:05:13 +0000