Keluwih: Jurnal Sains dan Teknologi 2024-06-07T15:18:47+00:00 Singgih Sugiarto Open Journal Systems <p align="justify"><strong>Keluwih: Jurnal Sain</strong><strong>s</strong><strong> dan Teknologi&nbsp;</strong>is an online, open access, and peer-reviewed journal. JST publishes two issues per year: in February (covering February-July) and in August (covering August-January). This journal is to provide a forum for the sharing, dissemination, and discussion of original research, case studies, and critical reviews in the fields of science and technology including biotechnology. This focus and scopes include, but are not limited to subjects in industrial engineering, informatics, electrical engineering, manufacture, environmental issues, renewable energi, chemistry and chemical engineering, product design &amp; management, and fashion design &amp; lifestyle products.</p> <p align="justify"><strong>eISSN:&nbsp;</strong>2721-2432</p> Development of a sales information system to improve Batik Shop’s sales efficiency 2024-02-16T04:21:42+00:00 Bambang Prijambodo Ahmad Miftah Fajrin Vikantya Susila Arizia Aulia Aziiza <p style="text-align: justify;"><strong><em>Abstract</em></strong>—<em>Batik is an indigenous cultural artifact of Indonesia that demands conservation. This study's batik establishment, Satrio Manah Batik, is located in Tulungagung and specializes in selling authentic Tulungagung batik. Sales for Satrio Manah Batik are conventional, and customers must physically visit the store. Satrio Manah Batik often makes custom orders, so it takes time for an appointment. The sales reach is limited to Tulungagung, and transactions are restricted to clients already acquainted with Satrio Manah Batik. Further, the antiquated book writing method must still be employed to record raw material stocks and sales reports. There needs to be a better record of the product inventory reports. It affects the calculations of monthly sales profits. Hence, this study was conducted to develop a sales information system to improve Satrio Manah Batik's sales efficiency. This research was developed using a waterfall model. The verification and validation results show that the system developed can meet customer needs. Customers can order custom batik by platform in a short time, which can increase the effectiveness of Batik Satrio Manah's sales.</em><em>&nbsp;</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Keyword</em><em>s:</em> </strong><em>sales information system, batik shop, efficiency</em></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Abstrak</strong>—Batik merupakan artefak budaya asli Indonesia yang perlu dilestarikan. Tempat usaha batik pada penelitian ini adalah Batik Satrio Manah, yang berlokasi di Tulungagung dan khusus menjual batik asli Tulungagung. Penjualan Batik Satrio Manah bersifat konvensional dan pelanggan harus mengunjungi toko secara fisik. Satrio Manah Batik sering membuat pesanan secara custom sehingga memerlukan waktu untuk membuat janji. Jangkauan penjualan Batik Satrio Manah hanya terbatas di Tulungagung, dan pembeliaan hanya dilakukan oleh pelanggan yang sudah mengenal Satrio Manah Batik. Selain itu, cara mencatat stok bahan baku dan laporan penjualan masih melakukan penulisan buku. Perlu adanya pencatatan laporan persediaan produk yang lebih baik. Hal ini mempengaruhi perhitungan keuntungan penjualan bulanan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sistem informasi penjualan untuk meningkatkan efisiensi penjualan Batik Satrio Manah. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan model <em>waterfall</em>. Hasil verifikasi dan validasi menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Pelanggan dapat memesan batik <em>custom</em> melalui platform dalam waktu singkat sehingga dapat meningkatkan efektivitas penjualan Batik Satrio Manah.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata kunci:</strong> sistem informasi penjualan, toko batik, efisiensi</p> 2024-02-15T09:24:17+00:00 Copyright (c) 2024 Bambang Prijambodo , Ahmad Miftah Fajrin , Vikantya Susila, Arizia Aulia Aziiza YOLOv5 untuk Menghitung Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih 2024-04-05T07:41:13+00:00 Njoto Benarkah Mohammad Farid Naufal Billy Renatasiva <p style="text-align: justify;"><strong><em>Abstract</em></strong>—<em>Health practitioners use hemocytometer to manually counting the blood cells, and it is considered time-consuming, arduous, and expert-dependent. Automated methods are costly, require meticulous maintenance, can lead to misidentify abnormal cells. This research proposed an application that swiftly, precisely, and easily count red and white blood cells. YOLOv5 is used to detect red and white blood cells in digital images. The model is trained on BCCD dataset and BCCD+ALL-IDB1 using YOLOv5s configuration and 736x736 image input size, and achieve 89.9% mAP50 value for red blood cell, 99.4% for white blood cell, and 93.8% for all classes using BCCD dataset. About 17.7% mean absolute percentage error (MAPE) is obtained using YOLO5x configuration with 416x416 image input size tested on BCCD dataset. The YOLOv5s configuration setup with 736x736 image input size gives 10.9% error rate against ALL-IDB1 dataset. The system is developed using Laravel and Flask, and it proficiently detects and counts red and white blood cells.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Keyword</em><em>s:</em></strong> <em>YOLOv5, computer vision, blood count, red blood cell, white blood cell</em></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Abstrak</strong>—Metode perhitungan sel darah merah secara manual menggunakan hemositometer membutuhkan waktu yang lama serta melelahkan dan sangat bergantung kepada tenaga ahli di bidang medis, sedangkan perhitungan otomatis menggunakan alat membutuhkan biaya yang mahal dan perawatan ekstra untuk menjaga hasil yang akurat serta apabila dihadapkan dengan sel berukuran abnormal maka alat akan salah mengidentifikasi, maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat menghitung jumlah sel darah merah dengan cepat, akurat, dan mudah untuk dioperasikan. YOLOv5 digunakan untuk mendeteksi sel darah merah melalui citra digital. Model dilatih menggunakan BCCD Dataset dan BCCD + ALL-IDB1. Berdasarkan nilai mAP50 didapatkan model terbaik dengan konfigurasi YOLOv5s dengan ukuran masukan 736x736 dengan data latih yaitu BCCD sebesar 89.9% untuk sel darah merah, 99,4% untuk sel darah putih dan 93,8% untuk semua kelas. Berdasarkan <em>mean absolute percentage error</em> (MAPE) didapatkan sebesar 17.7% untuk konfigurasi YOLOv5x dengan ukuran citra masukan 416x416 &nbsp;jika diuji menggunakan data BCCD, namun konfigurasi YOLOv5s dengan ukuran citra masukan 736x736 memiliki nilai lebih rendah yaitu 10.9% jika dihadapkan dengan data uji ALL-IDB1. Sistem dibuat dengan menggunakan Laravel dan Flask. Secara keseluruhan, sistem dapat dengan baik mendeteksi serta menghitung sel darah merah maupun sel darah putih.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata kunci:</strong> <em>YOLOv5, visi computer, hitung sel darah, sel darah merah, sel darah putih</em></p> 2024-04-04T02:41:05+00:00 Copyright (c) 2024 Njoto Benarkah, Mohammad Farid Naufal, Billy Renatasiva Simulation of the Hydrodealkylation of Toluene Using Conversion Reactor 2024-05-29T15:17:08+00:00 Rudy Agustriyanto Puguh Setyopratomo Endang Srihari Mochni Edy Purwanto <p style="text-align: justify;"><em><strong>Abstract</strong>—The hydrodealkylation of toluene is frequently used to produce the more valuable compound benzene. This process is widely employed in the petrochemical industry. Through hydrodealkylation, toluene undergoes a transformation, resulting in the production of valuable chemicals such as benzene and diphenyl. The objective of this study is to present the results obtained from simulating the process of toluene dealkylation using Aspen HYSYS. The feed to the reactor must contain toluene and hydrogen, while the recommended operating conditions are at 500 <sup>o</sup>C to 650 <sup>o</sup>C and 20 to 40 atm pressure to achieve 90% conversion. For this purpose, a conversion reactor has been selected as the preferred type. The simulation outcomes are particularly valuable during the initial stages of designing a production facility for benzene. The mass and energy balance calculations can be easily performed using Aspen HYSYS. Future research may focus on investigating different reactor types while considering the kinetics of the reaction.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>&nbsp;</em><em>Keyword</em><em>s:</em></strong> <em>aspen HYSYS, hydrodealkylation, simulation, toluene</em></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Abstrak</strong>—Hidrodealkilasi toluena sering digunakan untuk menghasilkan senyawa yang lebih bernilai yaitu benzene. Proses ini banyak digunakan dalam industri petrokimia. Melalui hidrodealkilasi, toluena mengalami transformasi, menghasilkan bahan kimia berharga seperti benzene dan diphenyl. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan hasil yang diperoleh dari mensimulasikan proses dealkilasi toluena menggunakan Aspen HYSYS. Umpan ke reaktor harus mengandung toluena dan hidrogen, sedangkan kondisi operasi yang direkomendasikan adalah pada suhu 500 <sup>o</sup>C hingga 650 <sup>o</sup>C dan tekanan 20 hingga 40 atm untuk mencapai konversi 90%. Untuk tujuan ini, reaktor konversi telah dipilih sebagai tipe yang disukai. Hasil simulasi sangat berharga selama tahap awal perancangan fasilitas produksi benzene. Perhitungan neraca massa dan energi dapat dengan mudah dilakukan menggunakan Aspen HYSYS. Penelitian masa depan dapat fokus pada penyelidikan berbagai jenis reaktor sambil mempertimbangkan kinetika reaksi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata kunci:</strong> <em>aspen HYSYS</em>, <em>hidrodealkilasi, simulasi, toluene</em></p> <p style="text-align: justify;"><em>&nbsp;</em></p> 2024-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Rudy Agustriyanto, Puguh Setyopratomo, Endang Srihari Mochni, Edy Purwanto Implementasi Hazard Detection dan Data Forwarding pada Soft-core Prosesor Sederhana 2024-06-07T15:18:47+00:00 Henry Hermawan <p style="text-align: justify;"><strong><em>Abstract</em></strong>—<em>This paper presents the implementation of hazard detection and data forwarding in the pipeline concept used in developing TEUS-1, a simple, 16-bit, soft-core processor. This processor is planned to be used for the learning process related to examples of processor design for undergraduate students. The pipeline implemented on TEUS-1 is 5 stages. In initial testing, 10 data hazards were found due to the existence of data dependencies between sequential instructions. In order to eliminate these data hazards, an interlocking algorithm and a data forwarding algorithm has been added to the instruction decoding section and to the execution unit section, respectively. With the addition of this algorithm, all data hazards found during initial testing can be eliminated.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Keywords:</em> </strong><em>hazard detection, data forwarding, interlocking, data hazard, pipeline</em></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Abstrak</strong>—Makalah ini mempresentasikan tentang implementasi dari hazard detection dan data forwarding pada konsep pipeline yang digunakan dalam pengembangan soft-core prosesor sederhana, yaitu TEUS-1. Prosesor ini merupakan prosesor 16 bits yang rencananya akan digunakan untuk proses pembelajaran terkait dengan contoh desain prosesor untuk mahasiswa program Sarjana. Pipeline yang diimplementasikan pada TEUS-1 adalah 5 stages. Dalam pengujian awal, ditemukan adanya 10 data hazard akibat dari adanya data dependencies antar instruksi yang berurutan. Untuk menghilangkan data hazard ini, telah ditambahkan algoritma interlocking pada bagian instruction decoding dan algoritma data forwarding pada bagian execution unit. Dengan adanya penambahan algoritma ini, seluruh data hazard yang ditemukan pada saat pengujian awal dapat dihilangkan.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kata kunci:</strong><em> hazard detection, data forwarding, interlocking, data hazard, pipeline </em></p> 2024-06-07T09:34:56+00:00 Copyright (c) 2024 Henry Hermawan