DAYA ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana Linn.) HASIL PENGADUKAN DAN REFLUX

  • Jessica Oeinitan Sie Universitas Surabaya

Abstract

Banyak penyakit seperti kanker, jantung, artritis, diabetes, liver, dan penyakit-penyakit degeneratif semakin sering diderita oleh masyarakat di Indonesia. Salah satunya dapat disebabkan oleh karena antioksidan yang ada di dalam tubuh tidak mampu menetralisir peningkatan konsentrasi radikal bebas. Untuk menghindari hal tersebut, dibutuhkan antioksidan tambahan dari luar atau antioksidan eksogen. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn.) diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian daya antioksidan ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn.) hasil pengadukan dan reflux dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Ekstraksi kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn.) dengan pengadukan dan reflux dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 80%. Pada pengujian secara kualitatif (reaksi warna) teramati adanya pemudaran warna ungu dari larutan DPPH pada kedua metode ekstraksi. Pada pengujian secara kuantitatif menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis diamati absorbansinya pada λ 522 nm selama waktu reaksi terpilih yaitu 20 menit. Dari hasil perhitungan, ekstrak dari hasil metode ekstraksi pengadukan memiliki nilai EC50 42,19±1,06 bpj dan ekstrak hasil metode ekstraksi reflux sebesar 45,99±3,46 bpj. Hasil analisis statistic t-test pada α=0,05 menunjukkan bahwa kedua nilai EC50 tersebut berbeda bermakna dan metode ekstraksi yang lebih baik adalah metode ekstraksi secara pengadukan.

Published
2013-03-01
How to Cite
SIE, Jessica Oeinitan. DAYA ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana Linn.) HASIL PENGADUKAN DAN REFLUX. CALYPTRA, [S.l.], v. 2, n. 1, p. Hal. 1 - 10, mar. 2013. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/157>. Date accessed: 23 july 2017.