AKU SUDAH TIDAK BERHARGA DARI SEKS PRANIKAH KE SEKS BEBAS

  • Amanda Angela Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran terkait dinamika psikologis (kondisi emosi, norma, serta pemaknaan) informan terhadap seks pranikah sebelum, saat pertama kali dan sesudah melakukan hubungan seks pranikah. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan dan proses yang dilalui informan sehingga membuat informan tetap melakukan hubungan seks berulang kali dengan pasangan yang berbeda-beda (seks bebas). Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang remaja putri yang telah melakukan hubungan seks pranikah di masa sekolah, dan tetap melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berbeda berulang kali setelah pengalaman pertamanya. Kedua subjek akan dianalisa dengan pendekatan kualitatif studi kasus intrinsik. Untuk proses analisis, peneliti memakai theory planned behavior (TPB). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kedua subjek memiliki subjective norm yang berbeda dengan normative norm yang ada di lingkungan mereka, dimana kedua subjek menganggap bahwa seks bebas itu sudah biasa. Perbedaan ini mengakibatkan kedua subjek memiliki kecenderungan untuk melakukan seks bebas secara terus menerus.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell. J.W. (2007). Qualitative inquiry & research design (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications, Inc.

Danarto, A. (2003). Teori Seks. Yogyakarta: Jendela.

Desmita. (2005). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Detiknews. (2012). Beda kasus Ariel dan video porno mirip anggota DPR versi Tifatul. Diunduh pada 13 Maret 2012, dari http://news.detik.com/read/2012/04/26/192533/1902727/10/?992204topnews

DetikSurabaya. (2007). Gaya penjual perempuan di telaga Sarangan Magetan. Diunduh pada 9 Juli 2013, dari
http://news.detik.com/surabaya/read/2007/06/18/125637/794866/475/gayapenjual-perempuan-di-telaga-sarangan-magetan

Dianawati, A. (2003). Pendidikan seks untuk remaja. Jakarta: Kawan Pustaka.

DKKM. (2012). Situasi penyakit HIV/AIDS di kabupaten Magetan. Diunduh pada 9 Juli 2013, dari http://www.dinkesmagetan.net/berita-44-situasi-penyakithivaids-di-kabupaten-magetan-tahun-2012.html

Dusek, J. B. (1996). Adolescent development and behavior. New Jersey: Prentice Hall.

Ellis, A. (1966). Sex without guilt. USA: Wilshire Book Company.

Feist, J. & Feist, G. J. (2006). Theories of personality (6th ed.). New York: McGraw Hill.

Ghifari, Al Abu. (2003). Gelombang kejahatan seks remaja modern. Bandung: Mujahid Press.

Hartanti & Nanik. (2007). Diktat kuliah: Intervensi perilaku. Fakultas Psikologi Ubaya.

Haste, H. (1993). The sexual metaphor. Great Britain: T. J. Press (Padstow) Ltd.

Kompas. (2012). Heboh, siswi SMP di Magetan bikin video porno. Diunduh pada 9 Juli 2013, dari
http://regional.kompas.com/read/2012/11/06/12364954/Heboh..Siswi.SMP.di.Magetan.Bikin.Video.Porno

Kompasiana. (2012). Dampak seks di luar nikah. Diiunduh pada 15 Juni 2012, dari http://kesehatan.kompasiana.com/seksologi/2012/02/20/dampak-seksdi-luar-nikah/

Kopko, K. (2007). Parenting style and adolescents. Diiunduh pada 7 April 2013, dari http://www.human.cornell.edu/pam/outreach/parenting/research/upload/Parenting-20Styles-20and-20Adolescents.pdf

Metrotvnews. (2012). Waw, 63 persen remaja Indonesia sudah ML pra-nikah. Diunduh pada 6 Maret 2012, dari
http://www.bkkbn.go.id/berita/Pages/Waw,-63-Persen-Remaja-Indonesia-Sudah-ML-Pra-nikah.aspx

Nelson, E. & Sibilski, E. (nd). Birth order and personality. Diiunduh pada 7 April 2013, dari http://www.basd.k12.wi.us/faculty/jdow/Birth%20Order%20and%20Personality%20PDF.pdf

Ningrum, R. K. (2006). Pengambilan keputusan remaja putri melakukan hubungan seks pranikah. Surabaya: Universitas Surabaya.

Novikasari, E. & Wahyuningsih, H. (2007). Kebermaknaan hidup remaja akhir yang menikah akibat kehamilan di luar nikah. Diunduh pada 7 April 2013, dari http://www.psychology.uii.ac.id/images/stories/jadwal_kuliah/naskahpublikasi-02320061.pdf

Nugraha, B. D. (2001). Waspadai sex bebas di kalangan remaja. Diunduh pada 20 September 2011, dari
http://www.geocities.ws/ardi_informatika/sexs.html

Ogden, J. (2007). Health psychology : a textbook fourth edition. New York : McGraw-Hill.

Olong, H. A. K. (2007). Tangan kuasa dalam kelamin. Yogyakarta : INSISTPress.

Poerwandari, E. K. (2005). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3), Fakultas Psikologi Universitas Indonesia..

Rimanews. (2012). Program PKBR antisipasi seks bebas pada remaja. Diiunduh pada 6 Maret 2012, dari http://www.bkkbn.go.id/berita/Pages/Program-PKBR-Antisipasi-Seks-Bebas-Pada-Remaja.aspx

Santrock, J. W. (1995). Life-span development : perkembangan masa hidup (edisi kelima). Alih bahasa oleh Achmad Chusairi dan Juda Damanik. Jakarta : Erlangga.

Setiono, V. , Pudjibudojo, J. K. , & Rizalanda, S. (2012). Strategi intervensi preventif permasalahan kesehatan reproduksi remaja perkotaan pendekatan biopsikososial. Surabaya: Universitas Surabaya.

Steinberg, L. (2002). Adolescence. Sixth ed. New York: McGraw Hill.

Syarif, S. (2010). 51 dari 100 remaja di Jabodetabek sudah tak perawan. Diunduh pada 20 September 2011, dari
http://www.detiknews.com/read/2010/11/28/094930/1504117/10/kepalabkkbn-51-dari-100-remaja-di-jabodetabek-sudah-tak-perawan

Victor, J. S. (1980). Human sexuality. New Jersey: Prentice Hall.

Yulita. (2011). Seks mahasiswa. Diunduh pada 6 Maret 2012, dari http://titaq07.multiply.com/journal/item/20?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Yusuf, S. L. N. (2000). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Published
2013-09-20
How to Cite
ANGELA, Amanda. AKU SUDAH TIDAK BERHARGA DARI SEKS PRANIKAH KE SEKS BEBAS. CALYPTRA, [S.l.], v. 2, n. 2, p. Hal. 1 - 16, sep. 2013. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/639>. Date accessed: 24 jan. 2018.