HUBUNGAN PRESTASI AKADEMIK DAN STRATEGI REGULASI DIRI DALAM BELAJAR PADA MAHASISWA TUNA RUNGU

  • Sri Andiani Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Abstract

Prestasi akademik (IPK) diuniversitas dianggap sangat penting karena merupakan salah satu syarat dalam karir mahasiswa yang telah lulus atau menjadi pertimbangan untuk melanjutkan pendidikan dijenjang lebih tinggi. Prestasi akademik dapatd ipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah strategi regulasi diri dalam belajar. Penggunaan strategi regulasi diri dalam belajar bagi mahasiswa tunarungu sangat penting. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa tunarungu memiliki hambatan kemampuan pendengarannya, padahal proses pembelajaran diuniversitas banyak dilakukan secara verbal. Penelitian ini menggunakan teknik sampling snowball dengan 33 partisipan mahasiswa tunarungu dari berbagai universitas yang berbeda akreditasi, fakultas, dan semester. Alat ukur yang digunakan adalah Academic Self-Regulation of Learning Scale(A-SRL-S) yang ikembangkan oleh Magno (2010) berdasarkan teori regulasi diri dalam belajar dari Zimmerman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara prestasi akademik dan strategi regulasi diri dalam belajar. Tampaknya, terdapat factor lain yang dapat mempengaruhi prestasi akademik, yaitu factor internal (kondisi fisik atau kesehatan mahasiswa saat mengikuti proses belajar, aspek kecerdasan, bakat atau kemampuan potensial, minat belajar, dan motivasi mahasiswa) dan eksternal (lingkungan sosial dan lingkungan non-sosial). Saran pada penelitis elanjutnya adalah untuk mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi akademik pada mahasiswa tunarungu.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2017-09-01
How to Cite
ANDIANI, Sri. HUBUNGAN PRESTASI AKADEMIK DAN STRATEGI REGULASI DIRI DALAM BELAJAR PADA MAHASISWA TUNA RUNGU. CALYPTRA, [S.l.], v. 6, n. 2, p. Hal. 478 – 494, sep. 2017. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/934>. Date accessed: 18 oct. 2018.