PENGARUH EKSPOR BARANG DAN JASATERHADAP GDP ASEAN 5 SEBELUM DAN SAAT DIBERLAKUKANNYA ACFTA PERIODE 2006-2012

  • Laurencia Vevilia Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya

Abstract

Pada 1 januari 2010 negara anggota ASEAN mengikuti integrasi ekonomi yaitu perjanjian ACFTA. Dalam perdagangan internasional ini diharapkan dapat menyejahterahkan perekonomian ASEAN dan China, tetapi pada kenyataannya Indonesia dan Thailand sebagai anggota ACFTA mengalami defisit setelah ACFTA diberlakukan. Dalam penelitian ini dikaji mengenai pengaruh ekspor barang dan jasa terhadap GDP ASEAN 5 (Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, dan Filipina) sebelum dan saat diberlakukannya ACFTA melalui uji OLS menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode regresi data pooling. Penelitian ini menggunakan sampel dari kelima negara yang mengikuti Perjanjian ACFTA dalam periode 2006 hingga 2012. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif pada ekspor jasa (EXPSERV) dan terdapat pengaruh signifikan dan negatif pada ekspor barang (EXPGOOD) terhadap GDP pada periode 2006-2009, sedangkan pada periode 2010-2012 terdapat pengaruh signifikan dan positif pada ekspor barang (EXPGOOD) dan pengaruh signifikan dan negatif pada ekspor jasa (EXPSERV). Temuan ini didukung oleh teori Keynes yang menyatakan bahwa ekspor barang dan jasa menjadi faktor penentu dalam pertumbuhan GDP di suatu negara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baldwin, Robert E. 2001. Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Di Negara Negara Berkembang Terjemahan. Jakarta: Bina Aksara.A

Case, Karl E. dan Ray C. Fair. 2007. Prinsip-Prinsip Ekonomi Edisi 8 Terjemahan. Jakarta: Erlangga.

Gujarati, Damonar N. 2006. Dasar-Dasar Ekonometrika Edisi ke 3 Terjemahan. Jakarta: Erlangga.

Indriani, Agne. 2013. 5 Investasi di Indonesia.pdf. Artikel Kekayaan Negara: Widyaiswara Madya Pusdiklat KNPK

Kompas. 2011. Produk Cina di Setiap Lini. Harian Kompas, Senin, 11 April 2011, hal 1.

Krugman, Paul R dan Maurice Obstfeld. 1991. Ekonomi Internasional: Teori dan Kebijakan Terjemahan. Jakarta: Rajawali Pers.

Pambudi, Daniel, Alexander C. Chandra. 2006. Garuda Terbelit Naga: Dampak Kesepakatan Perdagangan Bebas Bilateral ASEAN-China Terhadap Perekonomian Indonesia. Jakarta: Insitute for Global Justice.

Pemprop Jatim dan Kadin Jatim. 2002. Riset pasar Singapura dalam rangka mendekatkan UMKM Jatim dengan Pasar. Surabaya: Grafido Media Pratama.

Suparmono.2004. Pengantar Ekonomika Makro. Yogyakarta: Unit Penerbitan dan Percetakan (UPP) AMP YKPN.

Tarigan, Robinson. 2005. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi Terjemahan. Jakarta: Bumi Aksara.

Tyas, Hargyaning 1999. Kerjasama Sub-Regional ASEAN Perspektif Indonesia Terjemahan. Jakarta: PPW-LIPI.

Yuan, Lee Tsao. 1993. Sub-Regional Economic Zones in The Asia Pasific: An Overview in Regional Cooperation and Growth Triangles in ASEAN Terjemahan. Jakarta: PPW-LIPI.

Asean Regional Integration Center. 2014. Economic and Financial Indcators.http://aric.adb.org/macroindicators?category=6&sel_country=12&frequency=5. Diakses pada tanggal 28 Maret 2014

Zafrullah, Ahmad. 2000. Liberalisai Perdagangan Internasional. Surabaya: Opus no.14 edisi II.
Published
2014-09-01
How to Cite
VEVILIA, Laurencia. PENGARUH EKSPOR BARANG DAN JASATERHADAP GDP ASEAN 5 SEBELUM DAN SAAT DIBERLAKUKANNYA ACFTA PERIODE 2006-2012. CALYPTRA, [S.l.], v. 3, n. 2, p. Hal. 1 - 13, sep. 2014. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/1485>. Date accessed: 19 nov. 2018.