UJI TERATOGENIKINFUSA DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA[L’] URBAN) PADA MENCIT BETINA (MUS MUSCULUS)

  • Venty Anfiandi Universitas Surabaya

Abstract

Penggunaan obat herbal sebagai terapi hipertensi pada kehamilan lebih disukai oleh masyarakat namun demikian penggunaan obat-obat herbal tersebut memiliki berbagai efek samping yang mungkin membahayakan dan menimbulkan kecacatan pada janin. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji keamanan obat herbal untuk terapi hipertensi pada hewan uji Penelitian ini menggunakan infusa daun pegagan (Centella asiatica [L.] Urban) dosis 500 mg/kg BB dan 1500 mg/kg BB yang diberikan setiap hari secara oral kepada mencit betina hamil (Mus musculus) selama periode organogenesis hari ke-6-15 kehamilan. Sebagai uji diberi infusa pegagan dosis 500 mg/kg BB dan 1500 mg/kg BB dan penggunaan air suling sebagai kontrol. Kemudian mencit dibedah pada hari ke-18 kehamilan dan janin yang diperoleh diamati satu persatu untuk melihat adanya kecacatan fisik yang terjadi baik berupa abnormalitas jumlah, bentuk, ukuran maupun eksistensi organ-organ fisiknya dibandingkan dengan kontrol. Hasil analisa statistik One-way Anova menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok uji pada dosis 1500 mg/kg BB dimana pada dosis ini didapat berbagai efek kelainan janin berupa abnormalitas jumlah dan bentuk janin dibandingkan dengan kontrol, sedangkan hasil kelompok uji pada dosis 500 mg/kg BB tidak berbeda bermakna dengan kontrol. Dapat disimpulkan bahwa infusa pegagan pada dosis 1500 mg/kg BB memiliki efek samping teratogenik pada janin mencit (Mus musculus).

Published
2013-03-01
How to Cite
ANFIANDI, Venty. UJI TERATOGENIKINFUSA DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA[L’] URBAN) PADA MENCIT BETINA (MUS MUSCULUS). CALYPTRA, [S.l.], v. 2, n. 1, p. Hal. 1 - 15, mar. 2013. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/164>. Date accessed: 22 sep. 2017.