PENGOLAHAN BATANG BAMBU GIGANTOCHLOA APUS MENJADI PRODUK SARANA BAWA DENGAN TAMBAHAN AKSESORIS MODULAR

  • Wenda Anita Jurusan Desain dan Manajemen Produk Fakultas Teknik Universitas Surabaya

Abstract

Bambu merupakan material yang bersifat kokoh dan cukup lentur yang memiliki banyak kegunaan. Namun, Indonesia sebagai negara yang memiliki 147 jenis bambu masih kurang dalam hal pemanfaatan dan pengolahan bambu. Selain itu penghargaan masyarakat Indonesia sendiri terhadap produk-produk bambu sangat rendah. Hal ini salah satunya disebabkan masalah katahanan serta jenis produk bambu yang di produksi Indonesia masih sebatas kerajinan dan peralatan dapur. Maka melalui eksperimen, observasi, dan wawancara didapatkan bahwa bambu dapat dijadikan sebagai produk lifestyle sarana bawa. Produk sarana bawa tersebut terdiri dari handbag, clutch, dan dompet. Ketiga produk tersebut menggunakan konsep eco- cardio modular bamboo bag yang menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai pengawet alami dan aksesoris modular sebagai nilai tambah produk.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adnan H. Tadjudin D. Yuliani L. Komarudin H. Lopulalan D. Siagian Y. Munggoro D, 2008. Belajar Dari Bungo : mengelola sumber daya alam di era dsentralisasi, Center for International Forestry Research (CIFOR). Bogor, Indonesia

Handoko Agus, 2003. Budi Daya Bambu Rebung. Kanisius. Yogyakarta, Indonesia.

Palgunadi, Bram. 2008. Disain Produk 2 : Analisis dan Konsep Disain. Bandung: ITB.

Palgunadi, Bram. 2008. Disain Produk 3 : Aspek-Aspek Disain. Bandung: ITB.

Palgunadi, Bram. 2008. Disain Produk 4 : Membuat Rencana. Bandung: ITB.
Published
2016-03-01
How to Cite
ANITA, Wenda. PENGOLAHAN BATANG BAMBU GIGANTOCHLOA APUS MENJADI PRODUK SARANA BAWA DENGAN TAMBAHAN AKSESORIS MODULAR. CALYPTRA, [S.l.], v. 5, n. 1, p. Hal. 1 - 13, mar. 2016. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/2589>. Date accessed: 29 mar. 2020.
Section
Bidang Desain dan Manajemen Produk (DMP)