ANALISIS KESESUAIAN ANTARA PERENCANAAN DENGAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS “X” KOTA SURABAYA

  • Qurotul Aini Fakultas Farmasi Universitas Surabaya

Abstract

Perencanaan obat merupakan salah satu fungsi dalam proses pengadaan obat pada pusat pelayanan kesehatan. Sehingga perlu dilakukan perhitungan secara tepat agar obat yang tersedia sesuai antara yang dibutuhkan dengan yang diberikan. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas “X” Kota Surabaya ini menggunakan metode pengambilan data secara purpossive sampling dan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kesesuaian antara perencanaan dengan pengadaan yang dilakukan. Dari hasil perhitungan diperoleh sebesar 5,6% pada tahun 2012, 1,26% tahun 2013, dan 8%  tahun 2014 kesesuaian antara usulan dengan permintaan. Kemudian kesesuaian usulan dengan pemberian diperoleh hasil sebesar 2,82%  tahun 2012, 1,27% tahun 2013 dan 4% tahun 2014. Untuk kesesuaian antara usulan dengan pemakaian diperoleh hasil sebesar 8,45% tahun 2012, 0% tahun 2013 dan 0% tahun 2014. Kesesuaian Permintaan dengan Pemberian sebesar 0% pada tahun 2012, 3,79% tahun 2013, 4% tahun 2014 dan 20% ditahun 2015. Untuk permintaan dengan pemakaian diperoleh hasil sebesar 8,45% tahun 2012, 8,86% pada tahun 2013, 24% tahun 2014 dan 0% tahun 2015. Hasil tersebut menunjukkan masih rendahnya kesesuaian antara perencanaan dengan pengadaan yang dilakukan sehingga perlu dilakukan perbaikan sistem dan kinerja yang ada pada masing-masing pihak yang bersangkutan dalam proses perencanaan dengan pengadaan obat di Pusat Pelayanan Kesehatan Dasar Kota Surabaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Departemen Kesehatan RI. 2008. Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Pembekalan Kesehatan Untuk Pelayanan Kesehatan Dasar, Depkes RI, Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No.75. 2014. Tentang Puskesmas, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Quick, JD, Managing Drug Supply, The selection, Procurement, Distribution and Use of Pharmaceutical, 2nd ed, Kumarin Press, Connecticut USA, 2007

Departemen Kesehatan RI bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), 2010, Materi Pelatihan Manajemen Kefarmasian di Puskesmas, Depkes RI, Jakarta.

Keputusan Menteri Kesehatan RI, 2010, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010-2014, Menkes RI, Jakarta.

Keputusan Menteri Kesehatan RI, 2013, daftar Obat Esensial Nasional 2013, Menkes RI, Jakarta.

Peraturan Pemerintah RI No.51. 2009. Pekerjaan Kefarmasian, Pemerintah Republik Indonesia, Jakarta

Departemen Kesehatan RI. 2006. Tentang Kebijakan Obat Nasional, Depkes RI, Jakarta.

Maimun, Ali. 2008. Perencanaan Obat Antibiotik Berdasarkan Kombinasi Metode Konsumsi Dengan Analisis Abc (Tesis), Pasca Sarjana Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Anjarwati, Rori. 2010. Evaluasi Kesesuaian Pengelolaan Obat Pada Puskesmas Dengan Standar Pengelolaan Obat Yang Ada di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2009 (Skripsi), Surakarta

Umi Athijah, Zairina Elida. 2010. Perencanaan dan Pengadaan Obat di Puskesmas Surabaya Timur Dan Selatan, Surabaya.

Djuna, Sarlin. 2012. Studi Manajemen Pengelolaan Obat Puskesmas Labakkang Kabupaten Pangkep, Makassar

Mangindara. 2011. Analisis Pengelolaan Obat di Puskesmas Kampala kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinja (Skripsi), Makassar.

Puji, Hartono Joko. 2007, Analisis Proses Perencanaan Kebutuhan Obat Publik Untuk Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) di Puskesmas Sewilayah Kerja Dinkes Kota Tasikmalaya (Tesis), Pasca Sarjana Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Ilyas, Aksar. Studi Kasus Pengelolahan Obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep (Tesis), Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin, Makassar, 2004.
Published
2016-03-01
How to Cite
AINI, Qurotul. ANALISIS KESESUAIAN ANTARA PERENCANAAN DENGAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS “X” KOTA SURABAYA. CALYPTRA, [S.l.], v. 5, n. 1, p. Hal. 1 - 13, mar. 2016. ISSN 2302-8203. Available at: <https://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/2680>. Date accessed: 09 july 2020.