SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PESERTA AKSELERASI

  • Aini Nadiva Universitas Surabaya

Abstract

Subjective well-being merupakan sebuah evaluasi kehidupan dari bagaimana seseorang mengelola emosi baik positif ataupun negatif dalam dirinya dan bagaimana kepuasan seseorang tersebut dalam menjalani sebuah kehidupan. Terdapat tiga komponen di dalam subjecive well being, yaitu, positive affect, negative affect, dan life satisfaction. Subjective well-being bisa dialami oleh siapapun tanpa terkecuali remaja. Pada masa remaja individu sedang mengalami sebuah proses yang berlangsung kompleks pada aspek biologis, psikologis, emosi, kognitif, dan sosial. Proses tersebut juga dialami oleh para remaja peserta akselerasi. Siswa akselerasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan siswa regular salah satunya materi yang diberikan lebih padat dan pemberian tugas yang lebih banyak. Oleh karena itu, peserta akselerasi harus memiliki komitmen dan tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas yang diberikan. Beban tersebut mengakibatkan munculnya permasalahan terkait aspek emosi, kognitif, dan sosial pada peserta akselerasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui subjective well being pada peserta akselerasi Subjek penelitian ini adalah 65 siswa yang mengikuti program akselerasi, yang berusia 13-17 tahun. Penelitian ini bersifat deskriptif dan data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis cluster. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat kelompok subjek berdasarkan kondisi affect dan kognitif mereka, yaitu kelompok dengan well-being sangat rendah, well-being rendah, well being sedang, dan well being tinggi.

Published
2013-03-01
How to Cite
NADIVA, Aini. SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PESERTA AKSELERASI. CALYPTRA, [S.l.], v. 2, n. 1, p. Hal. 1 - 13, mar. 2013. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/145>. Date accessed: 21 sep. 2017.