HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2

  • Arine Fransisca Sihombing Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam tubuh akibat dari adanya penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. DM tipe 2 menuntut penderitanya untuk merubah pola hidup sesuai dengan anjuran dokter agar mencegah terjadinya komplikasi. Hal ini yang menyebabkan penderita DM tipe 2 lebih rentan mengalami depresi dan memiliki psychological well being yang buruk. Psychological well being memiliki peranan penting bagi setiap individu yang sedang berada dalam masa penyembuhan. Salah satu dukungan yang berpengaruh terhadap psychological well being individu adalah dukungan sosial yang berasal dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan psychological well being pada penderita DM tipe 2. Subjek dalam penelitian ini adalah penderita DM Tipe 2 yang berjumlah 40 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling. Metode pengambilan data menggunakan skala dukungan keluarga yang dikembangkan Lucyana (2003) dan skala psychological well being yang telah disusun oleh Ryff dan diadaptasi oleh Abdillah (2016). Teknik analasis menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan psychological well being pada penderita DM tipe 2. Nilai korelasi (r = 0.374; p (0.018) p < 0.05). Hal ini ditunjang dengan hasil pengujian tabulasi silang antara dukungan keluarga dengan psychological well being yaitu responden yang terlibat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 17.5% memiliki dukungan keluarga yang sangat tinggi dengan psychological well being yang cukup. Selain itu dalam penelitian ini ditemukan adanya perbedaan nilai psychological well being pada wanita dan pria. Saran bagi penelitian  selanjutnya adalah melihat perbedaan kebutuhan dukungan sosial pada pria dan wanita sehingga dapat mempengaruhi nilai psychological well being.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, I. (2016). Hubungan Antara Body Dissatisfaction Dengan Psychological Well Being Pada Remaja. Skripsi, tidak diterbitkan, Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, Surabaya.

Adejoh, S, O.(2012). Family unit in the context of diabetes management among the Igala, North-Central, Nigeria. A Journal of the BSA MedSoc Group, 6(3).

Angraeni, T.,& Cahyanti, I. Y. (2012). Perbedaan Psychological Well- Being Pada Penderita Diabetes Tipe 2 Usia Dewasa Madya Ditinjau dari Strategi Coping. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1(2).

Cachia, M.D. (2007). The Impact of Diabetes on psychological well being and quality of life. The role of patient education.

Psychology, Health &Medicine. Desiningrum, D.R. (2010). Family’s Social Support and Psychological Well-Being of the elderly in Tembalang. Anima, Indonesian Psychological Journal, 26(1).

Donsu, J.D. (2014). Peran Faktorfaktor Psikologis terhadap Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. JurnalPsikologi, 41(1).
Published
2018-03-01
How to Cite
SIHOMBING, Arine Fransisca. HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2. CALYPTRA, [S.l.], v. 7, n. 1, p. Hal. 1105 - 1123, mar. 2018. ISSN 2302-8203. Available at: <http://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/1238>. Date accessed: 14 aug. 2018.