Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih dengan Metode Gyssens

  • Wirda Anggraini Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Tifany Maulida Candra Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Siti Maimunah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • Hajar Sugihantoro Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Abstract Views: 545 PDF Downloads: 256
Keywords: urinary tract infection, antibiotic, gyssens, infeksi saluran kemih, antibiotik

Abstract

AbstractUrinary Tract Infection (UTI) was the presence of the large number of microorganisms in the urine that can cause urinary tract infections. UTIs were infection whose incidence is still high in Indonesia. The main therapy of UTIs was using antibiotics. The immense of antibiotic use can cause irrationality. This irrationality would give some negative effects such as allergic reaction, physiological changes, and antibiotic resistance. The purpose of this study was to know the quality of antibiotic use in UTI patients in Kanjuruhan Region General Hospital. The type of research was observational by the cross-sectional design. The data were taken retrospectively during September-November 2019 and used the medical records of 27 UTI inpatients. The results of this study determined 20% including category 0 (approriate use of antibiotic), 2,86% category I (antibiotic use not correct timing); 28,57% category II A (antibiotic use not correct dose); 34,29% category II B (antibiotic use not correct interval); 11,42% category III B (antibiotic use is too short) and 2,86% category IV A (there is more effective alternative).
Keywords: antibiotic, gyssens, urinary tract

Abstrak—Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu keadaan dimana terdapat mikroorganisme dalam urin yang jumlahnya sangat banyak dan mampu mengakibatkan infeksi pada saluran kemih. ISK tergolong penyakit infeksi yang angka kejadiannya masih tinggi di Indonesia. Terapi utama ISK adalah terapi dengan menggunakan antibiotik. Meluasnya penggunaan antibiotik dapat menyebabkan tidak rasionalnya penggunaan antibiotik. Penatalaksanaan terapi antibiotik yang tidak rasional dapat menimbulkan risiko antara lain adalah reaksi alergi, toksisitas, perubahan fisiologi, dan resistensi antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas penggunaan antibiotik pada pasien ISK di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Jenis penelitian adalah observasional dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif selama bulan September-November 2019 dan menggunakan 27 data rekam medik pasien ISK Rawat Inap. Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan, sebesar 20% termasuk kategori 0 (penggunaan antibiotik tepat/bijak); 2,86% kategori I (penggunaan antibiotik tidak tepat waktu); 28,57% kategori II A (penggunaan antibiotik tidak tepat dosis); 34,29% kategori II B (penggunaan antibiotik tidak tepat interval pemberian); 11,42% kategori III B (penggunaan antibiotik terlalu singkat); dan 2,86% kategori IV A (ada antibiotik lain yang lebih efektif).
Kata kunci : antibiotik, gyssens, infeksi saluran kemih

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Abdulkadir, W 2015, ‘Evaluasi penggunaan antibiotika yang rasional di rumah sakit gorontalo dengan kategori gyssens’, Jurnal Sainstek, Vol. 8, no. 1.


  2. [BPOM] Badan Pengawas Obat dan Makanan 2017, Informatorium obat nasional indonesia, Sagung Seto, Jakarta.


  3. [DIH] Drug Information Handbook 2015, 20th Edition, American Phamacist Association.


  4. Dipiro, JT 2015, ‘Pharmacoterapy handbook’, 9th Edition, Mc-Graw Hills Education Book, USA.


  5. [EAU] European Association of Urology 2017, Guidelines on Urological Infections.


  6. Gyssens, IC 2005, Audit for monitoring the quality of antimicrobial prescription, Kluwer Academic Publishers, New York.


  7. Hopkins, J 2016, Antibiotic guidelines 2015-2016, Johns Hopkins Medicine, USA.


  8. [IAUI] Ikatan Ahli Urologi Indonesia 2015, Guideline penatalaksanaan infeksi saluran kemih dan genitalia pria 2015, Edisi ke-2.


  9. [IDAI] Ikatan Dokter Anak Indonesia 2011, Konsensus infeksi saluran kemih pada anak, Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi, Jakarta.


  10. Kamienski, M 2015, ‘Farmakologi’, Rapha Publishing, Yogyakarta.


  11. Klapaczynska, S 2018, ‘Factors associated with urinary tract infection among hiv-1 infected patient’, Plos ONE, Vol. 13, no. 1.


  12. Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2011, Peraturan menteri kesehatan tahun 2011 tentang pedoman pelayanan kefarmasian untuk terapi antibiotik, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.


  13. Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2011, Peraturan menteri kesehatan nomor 2406 tahun 2011 tentang pedoman umum penggunaan antibiotik, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.


  14. Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2015, Peraturan menteri kesehatan nomor 99 tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan menteri kesehatan nomor 71 tahun 2013 tentang pelayanan kesehatan pada jaminan kesehatan nasional, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.


  15. Musdalipah 2018, ‘Identifikasi drug related problem (drp) pada pasien infeksi saluran kemih di rumah sakit bhayangkara kendari’, Jurnal Kesehatan, Vol. 11, no. 1.


  16. Polito, C 2011, Association of medical school pediatric department chairs, Inc. unilateral vesico ureteric reflux: low prevalence of contralateral renal damage, Pediatrics.


  17. Prasetyoningsih, DA 2018, Studi penggunaan antibiotik ciprofloxacin pada pasien infeksi saluran kemih, [skripsi], Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.


  18. Puspitosari, E 2015, Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di instalasi rawat inap rspau dr. s. hardjolukito yogyakarta tahun 2014, [skripsi], Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.


  19. Republik Indonesia 2004, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Jakarta.


  20. Sholih, MG 2015, ‘Rasionalitas penggunaan antibiotik di salah satu rumah sakit umum di bandung tahun 2010’, Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, Vol. 4, no. 1.


  21. Sukandar, E 2009, Infeksi saluran kemih pasien dewasa, dalam buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I, edisi IV, Pusat Penerbit IPD Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.


  22. Syahputra, RRI 2018, ‘Pola kepekaan bakteri terhadap antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di rsd dr. soebandi jember’, Journal of Agromedicine and Medical Science. Vol. 4, no. 3.


  23. Wiharsanti, BA 2018, Evaluasi penggunaan antibiotika dengan metode gyssens pada pasien geriatri terdiagnosis infeksi saluran kemih di rs bethesda yogyakarta, [skripsi], Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Yogyakarta.


  24. [WHO] World Health Organization 2014, Antimicrobial resistence, http://www.who.int./mediacentre/factsheets/fs194en/ diakses tanggal 19 Maret 2019.


  25. Yunita, T 2017, Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotika pasien infeksi saluran kemih pediatrik di instalasi rawat inap rs bethesda yogyakarta tahun 2015, [skripsi], Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Yogyakarta.



Published
2020-12-16
How to Cite
Anggraini, W., Candra, T. M., Maimunah, S., & Sugihantoro, H. (2020). Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih dengan Metode Gyssens. KELUWIH: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 2(1), 1-8. https://doi.org/10.24123/kesdok.V2i1.2876