PERSEPSI PASIEN TERHADAP PELAYANAN SWAMEDIKASI OLEH APOTEKER DI BEBERAPA APOTIK WILAYAH SURABAYA SELATAN

  • Immas Alfa Nur Izzatin Fakultas Farmasi Universitas Surabaya

Abstract

Pengobatan sendiri (swamedikasi) merupakan salah satu bagian dari perawatan diri. Pengobatan sendiri diartikan dengan memilih dan menggunakan obat-obatan oleh seorang individu untuk mengobati penyakityang diderita atau mengurangi gejala tanpa pengawasan medis. Meskipun beberapa obat dianggap memiliki risiko yang kecil dan berguna untuk mengobati masalah kesehatan yang umum, penggunaan yang berlebihan juga dapat menyebabkan efek samping yang serius dan reaksi yang tidak diinginkan. Jadi peran apoteker sangat penting untuk memberikan informasi obat dan melakukan pemantauan kepada pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi pasien mengenai peran apoteker dalam pelayananswamedikasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional design. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan pertanyaan terbuka dan tertutup. Total sampel dalam penelitian ini yakni sebanyak 100 pasien yang pernah mendapatkan pelayanan swamedikasi di 10 apotek wilayah Surabaya Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, 37,88% persepsi pasien mengenai konsultasi apoteker kurang, 82,25% persepsi pasien mengenai saran pengobatan baik, dan 68,2% persepsi pasien mengenai peran apoteker cukup baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A National Survey of Consumers and Health Professionals, January 2002, Attitudes and Beliefs About the Use of Over-the-counter Medicines:adose of Reality, A National Council on Patient Information and Education (NCPIE), www.harrisinteractive.com (accessed May 20, 2014)

Badan Pusat statistik, 2009, Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Tahun 2009, Jakarta

Blenkinsopp Alison, Paxton Paul, Blenkinsopp John, 2009, Symptoms in the Pharmacy - A Guide to the Management of Common Illness 6th ed, Oxford: Blackwell Publishing Ltd

Bornman Suzanne, Truter Lise, Venter Daniel JL, 2006, Public perception of community pharmacists in South Africa: a preliminary study. Health SA Gesondheid. 11(3): 27-40

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2006, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik, Jakarta

FIP, 1998, FIP State Of Professional Standart Pharmaceutical Care, Netherlands

Handayani, Rini Sasanti, Raharni, and Retno Gitawati, 2009, "Persepsi Konsumen Apotek terhadap Pelayanan Apotek di Tiga Kota di Indonesia." Juni 2009: 22-26

Kaur, Simreet, 2012, Community Perception on the Use of Over the Counter (OTC) Medications in Malaysia, International Journal of Scientific and Engineering Research, 3:8

Lwanga, S.K., Lemeshow, S.,1997, Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2004, Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004

Muchid, Abdul, and fatimah Umar, 2006, Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Muchid, Abdul, Sri Bintang Lestari, and Fachriah Syamsuddin, 2008, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Notoatmodjo S, 2005, Metode Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta

Notoatmodjo S, 2009, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta
Published
2015-09-01
How to Cite
IZZATIN, Immas Alfa Nur. PERSEPSI PASIEN TERHADAP PELAYANAN SWAMEDIKASI OLEH APOTEKER DI BEBERAPA APOTIK WILAYAH SURABAYA SELATAN. CALYPTRA, [S.l.], v. 4, n. 2, p. Hal. 1 - 15, sep. 2015. ISSN 2302-8203. Available at: <https://journal.ubaya.ac.id/index.php/jimus/article/view/2090>. Date accessed: 25 oct. 2020.