Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia RS “X’’ Di Malang

  • Wirda Anggraini Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang-Indonesia
Abstract Views: 33 PDF Downloads: 34
Keywords: antibiotic, evaluation, gyssen, pneumonia, antibiotik, evaluasi, gyssen, pneumonia

Abstract

AbstractPneumonia was an inflammation that occurs in the lungs accompanied by exudation and consolidation of microorganisms. In Indonesia, the prevalence of pneumonia continues to increase. Treatment of pneumonia uses antibiotic therapy. The use of antibiotics needs to be controlled by evaluating the quality of antibiotic use to prevent negative effects that can occur on patients, such as antibiotic resistance. The purpose of this study was to determine the rationality of antibiotic use in pneumonia patients. This study did with an observational method with a cross-sectional design. The study was conducted in August-September 2019. Qualitative evaluations did with Gyssen method. The results of 35 medical record samples that fulfill the criteria showed that 13,24% of cases category 0; 10,29% of cases category I; 0% of cases category II C; 20,59% of cases in category II B; 2,94% of cases category II A; 0% of cases category III B; 0% of cases category III A; 0% of cases category IV D; 11,76% of cases category IV C; 2,94% of cases category IV B; 38,24% of cases category IV A; 0% of cases category V; 0% of cases category VI. Rational cases (category 0) were 13,24% and irrational cases (categories I-IV) were 86,76%.
Keywords: antibiotic, evaluation, gyssen, pneumonia

Abstrak—Pneumonia adalah peradangan yang terjadi pada paru-paru yang disertai dengan adanya eksudasi dan konsolidasi mikroorganisme. Di Indonesia, prevalensi kejadian pneumonia terus mengalami peningkatan. Pengobatan pneumonia menggunakan terapi antibiotik dan terapi suportif. Penggunaan antibiotik perlu dikendalikan dengan evaluasi kualitas penggunaan  antibiotik untuk mencegah dampak negatif yang bisa terjadi pada pasien, salah satunya resistensi antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2019. Evaluasi kualitatif dilakukan dengan menggunakan metode gyssen. Hasil evaluasi 35 sampel rekam medis yang memenuhi kriteria menunjukkan bahwa 13,24% kasus kategori 0; 10,29% kasus kategori I; 0% kasus kategori II C; 20,59% kasus kategori II B; 2,94% kasus kategori II A; 0% kasus kategori III B; 0% kategori III A; 0% kasus kategori IV D; 11,76% kasus yang masuk kategori IV C; 2,94% kasus kategori IV B; 38,24% kategori IV A; 0%  kategori V; 0% kasus kategori VI. Kasus yang rasional (kategori 0) sebanyak 13,24% dan kasus yang tidak rasional (kategori I-IV) sebanyak 86,76%.
Kata kunci: antibiotik, evaluasi, gyssen, pneumonia

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andayani, N 2014, ‘Tingkat Mortalitas Dan Prognosis Pasien Pneumonia Komunitas Dengan Sistem Skoring Curb-65 Di Ruang Rawat Inap Paru RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh’, Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, Vol. 14, No. 1,14-19.

[APhA] American Pharmacist Association, 2015, Drug Information Handbook 24 Edition. Lexicomp, Amerika Serikat.

Aulia, R & Indriastuti, C 2017, ‘Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul’, Naskah Publikasi.

Dewi, NT & Nurul, M 2014, Kajian Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dengan Metode Gyssens Di Balai Kesehatan “X” Surakarta Tahun 2012-2013, [SKRIPSI], Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Dipiro, JT, Wells, BG, Schwinghammer, TL & Dipiro, CV 2015, Pharmacotherapy Handbook, Ninth Edition, McGraw-Hill Education Companies, Inggris.

[Ditjen P2PL] Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI,

, Peringatan Hari Pneumonia Sedunia 2015: Kesetaraan Akses terhadap Pencegahan dan Penatalaksanaan Pneumonia, Kemenkes RI, Jakarta.

Dorland, WN 2008, Kamus Saku Kedokteran Dorland Ed. 28. Terjemahan oleh Hartanto, YB, Nirmala, WK, Ardy & Setiono, Elsevier, Jakarta.

[LKPP] Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2018, e-catalog obat 2018, https://e-katalog.lkpp.go.id/ , diakses tanggal 18 Desember 2019.

Elfidasari, D, Noriko, N, Mirasaraswati, A, Feroza, A & Canadianti SF 2013, ‘Deteksi Bakteri Klebsiella pneumonia pada Beberapa jenis Rokok Konsumsi Masyarakat’, Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains Dan Teknologi, Vol. 2, No. 1, 41-47.

Gyssens, IC 2005, Audit for Monitoring the Quality of Antimicrobial Prescription. Dalam: Gould, IVM, penyunting, Antibiotic Policies: Theory and practice, Kluwer Academic Publishers, New York.

Hasan, H & Rena, AM 2017, ‘Perubahan Fungsi Paru Pada Usia Tua’, Jurnal Respirasi, Vol. 3, No.2, 52-57.

[IDSA] Infectious Disease Society of America 2016, ‘Management of Adults With Hospital-acquired and Ventilator-associated Pneumonia: 2016 Clinical Practice Guidelines’, Clinical Infectious Diseases, Vol. 63, No. 5, e61-e111.

[IDSA] Infectious Disease Society of America. 2019. Diagnosis and Treatment of Adults with Community-Acquired Pneumonia. An Official Clinical Practice Guideline of the American Thoracic Society and Infectious Diseases Society of America. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, Volume 200, Nomor 7: e45-e67.

Jalil, ANA 2015, Profil Pasien Pneumonia Komunitas di Rumah Sakit Umum Cengkareng tahun 2013-

, [Skripsi], FKIK UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

[Jhon Hopkins] 2016, Antibiotic Guideline 2015-2016, Jhon Hopkins University, Amerika Serikat.

[Kemenkes RI] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2009, Klasifikasi Umur Menurut Kategori, Ditjen Yankes, Jakarta.

[Kemenkes RI] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2011, Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Terapi Antibiotik, Depkes RI, Jakarta.

[Kemenkes RI] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2013, Riset Kesehatan Dasar, Balitbang Kemenkes RI, Jakarta.

[Kemenkes RI] Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2018, Riset Kesehatan Dasar, Balitbang Kemenkes RI, Jakarta.

Kothe, H, Bauer, T, Marre, R, Suttorp, N, Welte, T & Dalhoff K 2008, ‘Outcome of community acquired pneumonia: Influence of age, residencestatus and antimicrobial treatment’, European

Respiratory Journal, Vol. 32, No. 1, 139-146.

Marsono, Y 2015, Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dengan Metode Gyssens Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Moewardi Surakarta Tahun 2013, [Skripsi], Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

[MIMS] Monthly Index of Medical Specialities 2018, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi Ed.18, Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.

Muhammad, OR 2018, Evaluasi Penggunaan Antibiotik Dengan Metode ATC/DDD Pada Pasien pneumonia di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi tahun 2017, [SKRIPSI], Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Pangestika, ND, Rahayu & Masfiyah 2018, ‘Hubungan Kualitas Penggunaan Antibiotik Terhadap Lama Rawat Inap Pasien Pneumonia Periode 2015-2017’, Naskah Publikasi.

[PDPI] Perhimpunan Dokter Paru Indonesia 2005, Pneumonia Nosokomial Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan di Indosnesia, Perhimpuan Dokter Paru Indonesia, Jakarta.

[PDPI] Perhimpunan Dokter Paru Indonesia 2014, Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Pneumonia Komuniti di Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Jakarta

[Permenkes RI] Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 2015, Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit, Kemenkes RI, Jakarta.

Peto, L, Nadjm, B, Horby, P et al 2014, ‘The Bacterial Aetiology of Adult Community-Acquired Pneumonia in Asia: A Systematic Review’, PUBMED, Vol.108, No. 6, 326-337.

Ramirez, JA, Wiemken, TL, Peyrani, P et al 2017, ‘Adults Hospitalized With Pneumonia in the United

States: Incidence, Epidemiology, and Mortality’, Cliniclal infectious disease, Vol. 65, No. 11, 1806-

Safitri, SA 2017, Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Di Instalasi Rawat Inap RS

“X” Klaten Tahun 2015, [Skripsi], Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Torres, A,Peetermans, WE & Viegi G et al., 2013, ‘Risk factors for community-acquired pneumonia in adults in Europe: a literature review’, Thorax, No. 68,1057–1065.

[WHO] World Health Organization. 2014. World Pneumonia Day 2014,Pneumonia Fact Sheet, November 12 th edition, diakses pada tanggal 8 Mei 2019, dari sumber: http://worldpneumoniaday.org/wpcontent/uploads/2014/11/FinalWPD2014FactSheet1.pdf.

Published
2021-12-31
How to Cite
Anggraini, W. (2021). Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia RS “X’’ Di Malang . KELUWIH: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 3(1), 9-21. https://doi.org/10.24123/kesdok.V3i1.2887