Potensi Ekstrak Bawang Hitam sebagai Tabir Surya terhadap Paparan Sinar Ultraviolet

  • Putu Srinata Dampati Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana,Jl. P.B. Sudirman, Dangin Puri Klod, Denpasar-Indonesia80232
  • Elvina Veronica Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana,Jl. P.B. Sudirman, Dangin Puri Klod, Denpasar-Indonesia80232
Abstract Views: 244 PDF Downloads: 154
Keywords: antioxidants, black garlic, reactive oxgyen species, ultraviolet, antioksidan, bawang hitam

Abstract

Abstract—Skin cancer is in the third rank in Indonesia. One of the causes of skin cancer is excessive exposure to ultraviolet rays from the sun. Ultraviolet radiation forms Reactive Oxygen Species that disrupts the regulation of the cell-matrix and causes photoaging and the burden of gene mutations that cause carcinogenesis. Black garlic is fermented garlic with a certain duration, temperature, and humidity. Black garlic has higher levels of antioxidants than garlic. Aimsresearch to determine the potential of black garlic extract as a sunscreen against ultraviolet rays. Literature study using literature review articles and research articles from international and national journals within the last ten years. Result research show black garlic extract protects the skin from ultraviolet radiation, acts as a photoprotector, prevents photoaging by stimulating fibroblast orders and prevents collagen I degradation, and prevents carcinogenesis. Black Garlic extract has a potency become sunscreen against ultraviolet exposure due to its antioxidant content. Further research is needed on the dosage and side effects.
Keywords: antioxidants, black garlic, reactive oxgyen species, ultraviolet

Abstrak— Kanker kulit menduduki peringkat tiga kanker terbanyak di Indonesia. Salah satu penyebab kanker kulit adalah paparan sinar ultraviolet matahari yang berlebih. Radiasi sinar ultraviolet membentuk reactive oxygen species yang mengganggu regulasi matriks sel dan menimbulkan photoaging serta memicu mutasi gen yang menyebabkan karsinogenesis. Bawang hitam merupakan bawang putih yang difermentasi dengan waktu, suhu, dan kelembapan tertentu. Bawang hitam mengandung antioksidan yang lebih tinggi dari bawang putih. Tujuan penelitian mengetahui potensi ekstrak bawang hitam sebagai tabir surya terhadap paparan sinar ultraviolet.Studi pustaka menggunakan artikel literature review dan artikel penelitian di jurnal internasional dan nasional dalam 10 tahun terakhir. Hasil: Ekstrak bawang hitam kaya akan antioksidan yang dapat melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet, berperan sebagai fotoprotektor, mencegah photoaging dengan menstimulasi pembentukan fibroblas dan mencegah degradasi kolagen I, dan mencegah karsinogenesis. Ekstrak bawang putih berpotensi sebagai tabir surya terhadap paparan sinar ultraviolet karena kandungan antioksidannya. Perlu penelitian lebih lanjut tentang dosis dan efek samping yang ditimbulkan.
Kata kunci: antioksidan, bawang hitam, reactive oxgyen species, ultraviolet

Downloads

Download data is not yet available.

References

  1. Das I, Acharya A, Saha T. Protective effect of garlic in skin cancer. Handbook of diet, nutrition and the skin. 2012;300-317.

  2. Wilvestra S, Lestari S, Asri E. Studi Retrospektif Kanker Kulit di Poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin RS Dr. M. Djamil Padang Periode Tahun 2015-2017. J Kesehat Andalas. 2018;7:47.

  3. Rahayu T, Ardana M, Rijai L. Potensi Kulit Bawang Merah (Allium Cepa L) Sebagai Antoksidan Dan Tabir Surya. Pharmacy Faculty, Mulawarman University. Samarinda: Proceeding of the 6th Mulawarman Pharmaceuticals Conferences; 2017. p. 84-89.

  4. Santosa, W., & Baharuddin, B. Penyakit Jantung Koroner dan Antioksidan. KELUWIH: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran. 2020;1(2): 98-103. doi:10.24123/kesdok.V1i2.2566

  5. Wiraningtyas A, Ruslan R, Agustina S, Hasanah U. Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) dari Kulit Bawang Merah. J REDOKS ( J Pendidik Kim DAN ILMU Kim ). 2019;2(1):34-43

  6. Dewi NPH, Ratnayanti IGAD, Arijana IGKN, Linawati NM. Effect of single clove garlic on clinical symptoms of photoaging in wistar rats exposed with UV-B. Bali Anat J. 2019;2(2):40–4.

  7. Handayani SN, Bawono LC, Ayu DP, Pratiwi HN. Isolasi Senyawa Polifenol Black garlic Dan Uji Toksisitasnya Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach). J ILMU KEFARMASIAN Indones. 2018;16(2):145-9.

  8. Lu X, Li N, Qiao X, Qiu Z, Liu P. Composition analysis and antioxidant properties of black garlic extract. J Food Drug Anal. 2017;25(2):340–9.

  9. De Cássia Mirela Resende Nassur R, De Barros Vilas Boas EV, Resende FV. Black garlic: Transformation effects, characterization and consumer purchase intention. Comun Sci. 2017;8(3):444-51

  10. Ismail I. Potensi Bahan Alam sebagai Bahan Aktif Kosmetik Tabir Surya. JF UINAM. 2013;1(1):45-55

  11. Prawitasari DS. Diabetes Melitus dan Antioksidan. KELUWIH J Kesehat dan Kedokt. 2019;1(1):48-52.

  12. Wasliati B, Pangkahila W, Wiraguna A. Krim Ekstrak Bawang Hitam (Allium sativum Linn) Mencegah Peningkatan Ekspresi MMP-1 dan Penurunan Jumlah Kolagen Dermis Kulit Tikus (Rattus norvegicus) Wistar Jantan yang Dipapar Sinar UV-B. Cermin Dunia Kedokteran (CDK)-278. 2019;46(8):487-490.

  13. Wibisono EW. Krim Ekstrak Etanol Bawang Putih Tunggal (Allium sativum) Menghambat Penebalan Epidermis Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus) yang Dipapar Sinar Ultraviolet-B. J Kesehat Andalas. 2020;9(1):1-6.

  14. D'Orazio J, Jarrett S, Amaro-Ortiz A, Scott T. UV Radiation and the Skin. International Journal of Molecular Sciences. 2013;14(6):12222-12248.

  15. Kimura S, Tung YC, Pan MH, Su NW, Lai YJ, Cheng KC. Black garlic: A critical review of its production, bioactivity, and application. Journal of Food and Drug Analysis. 2017;25(1):62-70.

  16. Ryu JH, Kang D. Physicochemical Properties, Biological Activity, Health Benefits, and General Limitations of Aged Black Garlic: A Review. Molecules. 2017;22(6):919.

  17. Kim SH, Jung EY, Kang DH, Chang UJ, Hong YH, Suh HJ. Physical stability, antioxidative properties, and photoprotective effects of a functionalized formulation containing black garlic extract. J Photochem Photobiol B. 2012;117:104-110.

  18. Agustina E, Andiarna F, Hidayati I. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bawang Hitam (Black Garlic) Dengan Variasi Lama Pemanasan. Al-Kauniyah J Biol. 2020;13(1):39–50.

  19. Botas J, Fernandes Â, Barros L, Alves MJ, Carvalho AM, Ferreira ICFR. A Comparative Study of Black and White Allium sativum L.: Nutritional composition and bioactive properties. Molecules. 2019;24(11):1-11.

  20. Alihanoğlu S, Karaaslan M, Vardin H. Novel Nutritive Garlic Product Black Garlic’’: A Critical Review of Its Composition, Production and Bioactivity. HU J. of Eng. 2017;2(3):57-63

  21. Choi IS, Cha HS, Lee YS. Physicochemical and antioxidant properties of black garlic. Molecules. 2014;19(10):16811–23.

  22. Sembiring N, Iskandar Y. A Review of Component and Pharmacology Activities of Black Garlic. Majalah Obat Tradisional. 2019;24(3):178-183.

  23. Asih I, Sudiarta I, Suci A. Aktivitas Antioksidan Senyawa Golongan Flavonoid Ekstrak Etanol Daging Buah Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.).Jurnal Kimia. 2015;9(1):35-40.

  24. Anggreni F. Pemberian ekstrak bawang hitam meningkatkan viabilitas sel fibroblas, menghambat peningkatan degradasi kolagen, dan tidak menghambat penurunan deposisi kolagen pada kultur fibroblas kulit manusia yang dipajan sinar UVB. Denpasar: Program Magister Program Studi Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; 2018. p. 1-86

  25. Kim HK. Garlic supplementation ameliorates UV-Induced photoaging in hairless mice by regulating antioxidative activity and MMPs expression. Molecules. 2016;21(70):1-13.

Published
2020-12-21
How to Cite
Dampati, P. S., & Veronica, E. (2020). Potensi Ekstrak Bawang Hitam sebagai Tabir Surya terhadap Paparan Sinar Ultraviolet. KELUWIH: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 2(1), 23-31. https://doi.org/10.24123/kesdok.V2i1.3020